Thursday, August 30, 2007

Anti Komitmen?

"Parah lo! Makin lama lo makin gila
Kok lo jadi anti komitmen gini sih?"
-sepenggal percakapan dgn Uciem Kamis (30/8) sore-



Sepi tapi tidak sendiri. Semuanya tetap dalam komposisi dan kondisi yang sama. Tidak ada maju atau mundur. Tidak se-inchi-pun juga dan aku tetap tidak berharap banyak. Kebekuan juga masih tetap menyelimuti hati sehingga aku tak berani memutuskan sesuatu. Bingung, takut, apatis, khawatir, dan pesimis. Semuanya terasa begitu kental kendati Christina Aguilera terus mengumandangkan bahwa I’m beautiful no matter what they say.

Aku belum ingin berharap lebih. Tetapi semuanya terasa begitu berat dan membuatku penat. Rasanya, konsentrasi ini semakin terpecah menjadi banyak. Prioritas? Entahlah! Bingung dan belum berani memberi urutan kepada tiga hal yang utama dalam hidupku saat ini.

I’m not an angel that can heal d world or little part of it. Tapi, aku itu manusia yang ingin semuanya membaik. Lelah! Masalah terus terjadi dan aku benci tidak dapat melindungi ratu dalam hidupku. Aku benci dan semuanya makin menjadi karena dia mulai mengatur hidupku.

Sial, seandainya darah dan dagingnya tidak ada di dalam tubuhku. Maat rasa muak itu semakin menjadi-jadi. Enggan sekali berbicara dan membiarkan dia bicara kepadaku. Terlebih lagi, dia masih melukai Ratu-ku dan aku menjadi satu alasan baru untuk perbuatannya.

Arghhh…pernikahan semakin membuatku muak! Kekristenan membuat rantai itu semakin kuat dan sukar untuk diputuskan. Mungkin aku bukan seseorang yang religius tetapi aku telah memilih jalan-Nya. (Btw, ini bukan ungkapan penyesalan ya!) Yah, lebih aku memasuki gerbang itu ketimbang mengkhianatinya di tengah jalan. Aku telah banyak mengecewakannya dan tidak ingin menghadiahiNya satu kekecewaan lagi.

Tidak, ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan aku dan el nino-ku. Dia masih memberiku malam-malam yang indah dan nyaman. Membiarkanku masuk ke dunia baru yang penuh dengan tebak-tebakan tentang hidup dan yang namanya lope. Biarkan kami menikmati hari-hari yang sudah lama tidak kami rasakan dan aku belum mau merusaknya. Hingga saat dimana akhirnya semua ini akan aus atau terpaksa diauskan. Benar-benar relasi yang uaneh!

Uhh..sepertinya hati ini makin membeku terhadap sesuatu yg dikasih nama "komitmen". Sepertinya cukup yang ini saja dan aku sudah terlalu apatis (atau malas atau apapun) untuk membukakan pintu bagi orang lain…

Friday, August 17, 2007

Happy Independence Day!



Hari ini Indonesia ku genap 62 thn dan semua janji-janji baru menaungi sanubari beberapa orang. Gaji PNS naik 15%, uang makan mereka naik jd 15 rb, saritem mo dialihfungsikan, anggaran pendidikan naik, a-i-u a-i-u ... Asal bgt sih kasih janji2 manis!


Para pengemis masih memenuhi gedung sate dan tetap meminta selembar uang ribuam (karena mereka sudah mulai enggan menerima uang logaman).

Aku pun setuju jika dua pemimpin jabar mengatakan bahwa jabar belum merdeka.

Ah..entahlah! yang ada di pikiranku saat ini, duniaku masih terbelenggu sistem yang tidak jelas.


Berontak? tidak mungkin dan aku pun mulai apatis. Pikiran ini seperti dipenuhi pergelutan yang tidak intelek dan hanya diisi keluhan-keluhan semata. Sendiri dan aku benci karena aku mulai tidak terbiasa menjalani hari dengan kesendirian. Tetapi di sisi lain, aku pun enggan mengeluarkan semua kegelisahan ini bersamanya.


Dan akhirnya, hari ini tiba! D damn day when the trouble begin. Oke ini cuma pemikiran yg ada di otak kecil gw karena yang lain menganggapnya sebagai rejeki. Dodol! Phupffhh....napa semuanya kaya gini? dan kenapa pula gw masih tetap mempertahankan semua ini dan menyepelekan semua syarat2 penggapai mimpi?

Apa gw salah? hati ini masih dengan tegas berkata "NggaK!!"

I still believe that i'm strong enough to break the habit...


"Merah putih teruslah kau berkibar!"