Showing posts with label CherishTa. Show all posts
Showing posts with label CherishTa. Show all posts

Tuesday, December 4, 2012

Berburu Material Craft di Jogja

i love handmade!

Sejak kecil aku seneng banget berkreasi. Aku selalu percaya kalau kita selalu bisa berkreasi dengan benda apapun itu. Aku jadi semakin menggila dengan kreatifitas sejak tinggal di Jogja mulai tahun 2010 lalu. Kota gudeg ini memang menyuguhkan banyak tempat yang menjajakan bahan material untuk prakarya dengan harga miring. Lega banget karena aku tidak perlu terlalu iri sama orang-orang Jakarta yang leluasa berkunjung ke Pasar Jatinegara.

Bergelut dengan CherisHta Art ‘n CraftShop,aku semakin sering berkunjung ke toko-toko bahan prakarya. Petualanganku masih terus berlanjut karena aku selalu mendapat masukan dari beberapa orang tentang toko yang menjual harga lebih miring. But so far, I already found some wonderful places to buy the art and craft materials.

Ini dia beberapa toko bahan kerajinan tangan yang dapat menjadi rekomendasi bagi para penggila kreatifitas di Jogja. Toko-toko ini menyediakan craft material dengan berbagai kekurangan dan kelebihannya : 

Nama Toko
Spesialisasi
Alamat
Petra Accessories
>> Wajib yang namanya bawa weker atau pasang reminder kalau  lagi buru-buru. Soalnya tempat ini punya magnet yang kuat bagi para penggila craft. Ruangannya yang tertutup bikin kita gak bisa lihat matahari dan lupa waktu karena gak ada jam dinding. Air mineral gratis, kursus gratis, dan pelayan yang ramah dijamin bikin kita nyaman banget ada di sini.
-          Alat dan material pembuatan bando, gelang, kalung, bros, dll
-          Logam, batu, swarosky, parel, dll
-          Suvenir
-          Pelatihan gratis & privat
-          Asesoris siap pakai dengan harga eceran dan grosiran
-          Air mineral gratis
-          Toko emas dengan harga sedikit lebih murah dari Toko Emas Semar
Jl. Lor Pasar No. 33 Yogyakarta
Telp. (0274) 518056, 582056, 514758

Kini Toko Petra Pindah beberapa meter ke selatan. Nama berubah jadi Bella.
Satria Mataram
>> Harganya murah. Udah gitu ada tempat duduk bagi orang-orang yang stress dan cape gara-gara nemenin belanja di Satria. Hehehe.. Posisi kursi ada di deket AC yang suka sukses orang ketiduran (pengalaman suamiku pas lagi temenin aku belanja) hehehe..
-          Alat-alat Jahit
-          Manic-manik, mutiara, kain, dll
Jl. Lor Pasar No. 49 Yogyakarta
Telp (0274) 560026, 564303, 514147
Toko Jago
>>  Pemilik Toko Jago lebih gesit dari pada pelayannya yang kayanya kebanyakan Putri Solo deh. Hehehe. Tapi harganya lumayan murah.
-          Alat jahit
-          Plastik OPP
-          Alat tulis (walau terbatas)
Jl. Jend. Urip Sumoharjo 24 A
Telp (0274) 563705

Sekitar Tahun 2014, Toko Jago tutup. Sampai sekarang saya belum ketemu lokasi barunya. 
Toko Merah
>> Warning : Semua stationery lebih murah dan lengkap dibanding Gramedia. Tapi jangan ke Toko Merah pas jamannya Tahun Ajaran Baru, Ospek Kampus, atau Ujian anak sekolahan. Antriannya udah kaya antrian premier Twilight di XXI padahal ruangannya sempit.
-          Alat tulis, kertas, dan stationery
Jl Gejayan  No 1 Yogyakarta
Telp. (0274) 584162
08882755545
Jolie Jogja Fashion & Jewelry
>> Jolie ada dua. Satu di Kranggan dan satu lagi di daerah Pingit. Tokonya besar dan lengkap tapi harganya lebih mahal dari Petra
-          Asesoris siap pakai
-          Suvenir
-          Alat Jahit
-          Logam, batu, swarosky, parel, dll yang cenderung lengkap namun harganya lebih mahal dari Petra
Jl . Kyai Mojo No 27-29 Pingit, Yogyakarta
Telp (0274) 541031, 555018
HP 085292190001

Jl Diponegoro Yogyakarta
Telp.
Toko 96
>>  batu-batuan dan mutiara, swarovski serba blink-blink tergolong lengkap tapi harga peralatan lainnya lebih mahal dari Satria
-          Peralatan Jahit harganya lebih mahal dari Satria
-          Batu, swarovsky, parel, dll
Jl. Diponegoro No 96 Yogyakarta
Toko Liman
>> Saran dari aku, bawalah helm SNI dan peredam suara untuk kuping karna pekerja di Toko Liman suka banget lempar buntelan barang super gede sambil teriak-teriak. Hehehe… :P
-          Plastik, Mika
-          Kain Flanel, Kain Tissue, Dakron Kapas & meteran, dll

Jl. Malioboro Yogyakarta

Friday, November 2, 2012

Bando Flanel | Headband Felt

Kekuatan Bando | The Power of Headband
Bando, yang juga bisa disebut headband atau hairband, merupakan salah satu aksesoris yang memiliki kekuatan luar biasa. Hehehe… Bingung maksudnya? Oke oke bagaimana jika kita mulai dengan situasi seperti ini.

 Senin pagi. Jam weker di sebelahmu menunjukkan angka 06.30. Kelas pagi dimulai pukul 07.15 padahal jarak tempuh ke sekolah membutuhkan waktu minimal 30 menit. Mandi plus keramas? Hohoho… Tidak mungkin karena itu sama saja bunuh diri. Aduh gawat gawat! Padahal ini rambut sudah lepek buangget. T-T
Cling.. tiba-tiba mata yang masih setengah  sadar tertuju ke koleksi bando yang berjejer rapi di lemari. Yes! Gunakan saja bando dan siap-siap berkata : “Bye bye, bad hair day!”. Kita pun siap tampil cantik walau hanya sempat mandi bebek. Hehehe.. *ketawacengengesankarenaseringalaminkondisikayabegini*

Eiya, bando tidak hanya memiliki kekuatan sebagai penangkal bad hair day saja. Bersiaplah menjadi pusat perhatiaan ketika kita menggunakan bando. Pemilihan bando yang sesuai dengan kepribadian akan membuat seseorang terlihat semakin cantik. Hmm… bagaimana jadinya kalau kita salah memilih bando ya? Ah tak mengapa lah! Yang penting pede :D Kepercayaan diri adalah salah satu inner beauty yang selalu bisa melengkapi sisi outer beauty, kan!

Asal Usul Bando | The Origin of Headband
Bando memang woke ya. Keberadaan bando sudah dimulai dari sejak jaman Yunani kuno, lho! Dari berbagai sumber yang saya dapatkan, bando ala Yunani Kuno biasanya terbuat dari cabang buah zaitun.  Bando biasanya menjadi hadiah utama untuk para atlet yang menjadi pemenang dalam pertandingan di Olimpiade sekitar tahun 475 SM – 330 SM.

Orang-orang dari negara sebelah Yunani ikut jatuh cinta dengan bando.  Orang-orang dari Roma dan Etruskan (nenek moyangnya orang Italia) memodifikasi bando mereka dengan rangkaian bunga. Mereka memberi nuansa blink-blink dengan menambahkan logam mulia seperti emas dan perak. Tidak jarang pula yang menggunakan ornamen kayu sebagai hiasan bando penghias rambut tersebut.

Penggunaan bando semakin populer di kalangan perempuan sejak tahun 1800-an. Pada era ini, perempuan menggunakan bulu, perhiasan, dan bunga sebagai dekorasi bando. Tahun 1960, yang menjadi era kaum hippie, bando menjadi aksesori rambut yang digemari perempuan dan laki-laki. Bando atau ikat kepala ala kaum hippies biasanya menggunakan tampilan bunga liar, pita, sutra, dan syal. *Peace, man!*

Tahun 1990-an, bando bertransformasi sebagai aksesori mode yang serius. Banyak orang-orang yang menciptakan bando atau ikat kepala yang terlihat lebih elegan namun tetap modis. Penggunaan bando masih terus menjadi tren sampai dengan saat ini. Bando bisa menjadi bilihan bagi anak, remaja, sampai orang dewasa yang ingin menghias rambutnya agar tampak lebih indah dan menarik.

Bando Flanel Bergaya Yunani ala Cherishta | Greek Style Headband Felt ala Cherishta
Nah itulah cerita di balik asal usul bando yang juga sering disebut ikat kepala, headband, atau hairband. Cherishta juga punya beberapa stok bando flanel yang bergaya Yunani Kuno, lho! Jika berminat silahkan menghubungi kami di evipanjaitan@gmail.com ya. We cherish ya!


Harga satuan : Rp 10.000/buah
Harga lusinan : Rp100.000/lusin
(Pembelian di atas Rp100.000 diskon 10%)

Harga satuan : Rp 10.000/buah
Harga lusinan : Rp100.000/lusin
(Pembelian di atas Rp100.000 diskon10%)

Harga satuan : Rp 10.000/buah
Harga lusinan : Rp100.000/lusin
(Pembelian di atas Rp100.000 diskon 10%)

Harga satuan : Rp 10.000/buah
Harga lusinan : Rp100.000/lusin
(Pembelian di atas Rp100.000 diskon 10%)

Harga satuan : Rp 10.000/buah
Harga lusinan : Rp100.000/lusin
(Pembelian di atas Rp100.000 ldiskon 10%)

Harga satuan : Rp 10.000/buah
Harga lusinan : Rp100.000/lusin
(Pembelian di atas Rp100.000 diskon 10%)

Headband Felt with Greek Syle