Showing posts with label marriage. Show all posts
Showing posts with label marriage. Show all posts

Monday, October 17, 2016

Jadi Manten Lagi

Bulan Oktober, Bulan Keluarga. GKI Gejayan penuh kegiatan yang bernuansa keluarga. Tak terkecuali di Bajem Adisucipto. Hari Minggu lalu para pasangan suami-istri borongan jadi manten massal. Acaranya seru!

Tahun ini, euforia Bulan Keluarga lebih terasa ke arah jalinan relasi suami dan istri. Tim ibadah pun menyulap Ibadah Minggu jadi terasa seperti Ibadah Pernikahan. Dekorasinya juga edaaannn...
Di ibadah ini ada prosesi Penyegaran Janji Pernikahan. Para pasangan diberkatin lagi, berjalan di karpet merah lagi, dan pada bagian akhir diberi suvenir cantik. Hihihihi.. Saya puaasss dengan konsep suvenirnya. Ah, narsis kamu, Epoy! 

Peserta banyak banget. Lebih dari ekspektasi. Barisan berjubel hingga luar Rusng Ibadah utama. Banyak juga jemaat yang terpaksa tidak dapat ambil bagian karena pasangannya absen. Naahhh..di situlah muncul muka-muka mellow. Saya ikut sedih.

Bener, saya juga sedih. Hari Minggu kemarin Ruben tugas jadi soundman. Ucapkan selamat tinggal sama Penyegaran Janji Pernikahan. Kak Ully dan Mas Joko pun sudah tentu bernasib sama. Tak apalah, kami sudah cukup berbahagia lihat muka-muka sukacita penub cinta itu. Selamat merayakan cinta!

Buat yang jomblo, sabar yaa menantikan pasangan resmimu.
Buat Ruben, sepakat yaa kita buat penyegaran janji nikah yang niaaat banget tiap 15 tahun sekali. Hihihihi..
Tiba-tiba saya berkhayal...
15 tahun : Nuansa casual di pantai pasir putih
30 tahun : Nuansa etnik cantik tanpa sanggul
45 tahun : Nuansa Pride and Prejudice
Dan sisanya mengulang yaaa..

Foto Pasangan Terakhir yang tidak kalah romantis dari pasangan muda :D

Foto-foto lain seru lho. Klik di sini kalau penasaran dengan suasana Penyegaran Janji Pernikahan ala GKI Gejayan Bajem Adisucipto

Sunday, October 16, 2016

Keluarga Romantis Pangkat Empat

Sejak "memarkirkan" diri di Jemaat Adisucipto, saya dan Ruben banyak bertemu pasangan romantis. Hihihihi.. Ada satu keluarga yang romantisnya kebangetan. Lho kok kebangetan? Begini ceritanya..

Namanya Jusak Sunaryo. Saya memanggil beliau dengan sebutan Pak JS. Jagoan soal musik, sound, dan elektronik. Dua tahun lalu saya baru sadar tentang romantisme Pak Jusak yang kebangetan. Hahaha.. Bayangkan aja, kurang romantis apalagi coba ketika tiga generasi menikah di bulan yang bersamaan. Bulan oktober!

Generasi 1 : Papi & Mami dr Bu Lina.
Generasi 2 : Pak JS & Ibu Lina.
                    Adiknya Bu Lina & istri
Generasi 3 : Roy & Eunike. Eiya, Nike ini anak pertamanya Pak JS & Bu Lina.

Mantap kan kompaknya. Keluarga romantis pangkat empat.
Hari ini Minggu, 16 Oktober 2016. Mereka kembali merayakan ucap syukur borongan di salah satu rumah bersejarah Pak JS sekeluarga. Acaranya sederhana tapi nuansa kekeluargaan cukup terasa di ibadah syukur ini. Satenya banyaaakkk.. Lagi demam BBQ nih Bajem Adisucipto. Hahahaha.. Jatuh cinta deh sama kompor BBQ Kak Elina & Pak Aji.

Om Esaf Mangngiri menutup ibadah syukur dengan satu lagu kebangsaan Pak JS & Bu Lina. Elshadai. Lagu bagus dengan lirik yang kuat. Lagu penguatan mereka sejak dulu.
Terimakasih Pak JS & Bu Lina. Sehat-sehat selalu ya Nike sampai lahiran nanti. Kiranya tetap jadi keluarga romantis penuh cinta.

-Demangan, Condongcatur, Yogyakarta-
Ki - ka : Pak JS, Bu Lina, Nike, Maminya & Papinya Bu Lina

Friday, July 25, 2014

Malam yang Baru

Tahun kedua kita. 
Ini kesukaan baruku. 

Kau terlelap dengan kaos singlet karena kepanasan. Aku terlarut melihat jari-jariku menari di atas keyboard laptopku sambil meneguk minuman hangat. Butuh waktu satu hingga dua jam hingga aku menyusulmu ke tempat tidur. Rebutan selimut dan selalu kau biarkan aku jadi pemenang. Pura-pura tak peduli, kau kembali terlelap.  

Aku, ini kesukaan baruku, letakan tanganku di kepalamu. Mengelusnya sambil menutup mata. Berbicara dengan sepenuh hati kepada sang empunya kita. Panjatkan harapan tentang kamu, aku, dan Dia. Aku kecup pundakmu, bagian kesukaanku dari seorang pria, dan malam jadi terasa tenang. 

Selamat malam cinta. Selamat malam Tuhanku. Berkati istirahat kami. 


Friday, March 22, 2013

Epoy Sekarang

Kemarin malam saya bersua dengan Yogi Pasha. Dia adalah Koordinator Liputan saya ketika saya masih menjadi awak media yang bernaung di bawah nama Hari Tanoesoedibyo. Bukan bermaksud mengikuti jejaknya Wisnoe Moerti yang beberapa hari melemparkan postingan nostalgia mengenang detik-detik kepergian para kurawa dari Jl. Aceh 62, namun saya sebenarnya hendak menjajal sebuah fitur jejaring sosial baru bertajuk We Chat.

Pada akhirnya kami pun berbincang tetang momen yang hilang. Maklum, saya sudah terlalu lama mengasingkan diri dari kawan-kawan lama. Kang Ogi kaget karena ternyata saya menikah pada pertengahan Juni lalu. Pelanggaran! Itu katanya. Hahahaha.. Maaf ya.

Beberapa minggu lalu saya sebenarnya juga mendapat omelan senada. Kali ini berasal dari gadis mungil bernama Pratiwi Esther Novita Manik yang 100% batak itu. Dia, yang sudah kembali ke alamnya di dunia ekonomi yang sebenarnya ala HSBC, menawarkan posisi Tim Kreatif Detik Finance kepadaku. Sungguh tawaran yang menggiurkan! Sayang aku harus kembali menolak tawaran manis tersebut dengan alasan aku sudah menikah dan sekarang tinggal di Jogja. Sementara aku seperti ingin menjedotkan kepala ke tembok, Tiwi kaget mendengar kabar terbaru tentangku

Kang Yogi dan Tiwi hanyalah segelintir orang yang merasa gemas setengah mati karena aku jarang bertukar kabar. Entahlah.... Mungkin karena kepercayaan diriku masih terjun bebas dari level 9 ke level 6 dan sekarang ambles ke level 4. Aku jarang sekali berceloteh baik di dunia maya maupun dunia nyata. Syaraf otakku sepertinya mati suri.

Aku semakin menarik diri dari semuanya pasca sebuah proses kriminalisasi di kawasan Sabirin 16. Bahkan sepertinya larangan untuk mengomunikasikannya cerita di balik tragedi itu masih berlaku. Terutama kepada seorang ibu keren dari seorang pangeran kecilku yang bernama  Kinatresnan. Mereka takut  akan efeknya.

Akhirnya saya terjebak dalam sebuah dunia asing bernama Yogyakarta. Sungguh sekarang tinggal kejenuhan yang tersisa. Antusiasme untuk berkomunikasi, apalagi berdiskusi, semakin menipis. Jiwaku terjebak dalam sebuah ruangan berukuran 5x8 meter yang lebih mirip garasi penitipan barang ketimbang ruko benda-benda seni. Sementara itu badan ini terpaksa membiasakan diri untuk menjalankan tugas asisten rumah tangga, supir, penjaga anak, dan pelayan di dapur serta tempat tidur.  It feels like i was a thing, not a human. Oohh Gosh... I miss my life in Bandung. Yaaa at least now i know how precious Bandung for me. Sometime we never know the meaning of something until we lost that
things.

-celotehangapenting-

Wednesday, August 17, 2011

Perbedaan ini Membunuhku? Ah tidak!

Hehehe... Judul yang provokatif. Tapi setidaknya "perbedaan" itu membunuh konsentrasi dan ketenangan jiwa saya selama Juli yang baru berlalu itu. Entah kenapa bulan itu jadi bulan yang berat...

Sampai akhirnya saya membaca note singkat seorang senior, Rieska Wulandari. Sinca the first time I met her at ospek kampusnya Jurnalistik tahun 2003, I really really really admire that lady. She is great!

She wrote this at her wedding vow ceremony photo album :
"This is the wedding that God has put Him self as the main organizer. In the beginning we think that married in Italy just impossible, but God helped us so we able to finish all the documents process on time, we managed to make all the family from Indonesia, England and France meet in the same time, and we could found an Italian priest who speaking english, a little church just behind our home for our wedding,... So, by the time of His Grace all the impossible things become possible. Maybe He likes the idea about marrying us. Thank God!"

Langsung deh saya memarahi diri sendiri. Saya, yang dengan penuh kesadaran mencari perbedaan, rasanya mulai jengah dengan semuanya. Saya mulai memaki banyak hal. Mulai dari kebiasaan keluarga, tradisi, tanggung jawab saya saat ini, masa lalu, dan kesendirian ini. Cape dan kemudian muncul rasa muak ketika mendengar pertanyaan atau hanya sharing tentang pernikahan. Hehehe... Ery Kurnia Putri pasti mengerti maksudku ;p.

Kesendirian dan jarak yang jauh. Awalnya saya menuding dua hal tersebut sebagai biang kerok. Rasanya lelah berdoa, berusaha, dan berharap tanpa ada dia di sampingku. Tetapi ternyata jarak pun tidak bisa menutup kegelisahan saya. Banyak waktu terbuang karena "have fun" berada di atas segalanya. Padahal saya ingin sekali mengenggam tangannya dan berkata "aku takut". Berharap ada pelukan, atau kalau bisa ciuman hangat di keningku, yang selalu jadi kekuatan bagiku memperjuangkan segala.

Amarah.. Justru itu yang sering muncul. Bukannya gengaman tangan sambil kedua kepala tertunduk, mata terpejam, harapan yang kami panjatkan kepada Dia pada setiap Senin. Amarah karena aku bingung harus bergerak kemana. Sampai saat ini semua gerakan yang terjadi kebanyakan seperti permainan penghilang kepenatan bekerja.

Sampai akhirnya aku benar-benar sendiri di liburan awal puasa ini. Empat hari menyepi di kost membuatku banyak merenung dan membaca. Salah satunya Majalah Femina edisi pernikahan dari Elizabeth Bernadine Knehans. Perbedaan itu indah! Semoga Tuhan memberkati kami, sekarang dan selamanya. Amin :) Love You

Indahnya Berbeda di Pelaminan

Cinta memang tidak mengenal batas geografi dan ras. Ketika hati berbicara, perbedaab suku, filosofi, dan cara hidup, semuanya hanyalah persoalan kompromi. Justru di tengah kemajemukan itu, mereka bisa mengawinkan budaya, tanpa harus kehilangan identitasnya. Cinta mengalahkan segalanya, itu benar!
(Femina Juni 2011)

Monday, August 2, 2010

Before You Say 'I Do' - The Movie




Being bedrest, hardly to do and even thinking sumthin, so... watching movie is a good solution. It was becoming a nice one when you god a wonderful film. Hihihi... Just like what i'm feeling after enjoyed Before You Said 'I Do'. It really a sweeeeet movie...

Yes, Before You Say 'I Do' is a kind of romance film. So simple but touching. The angle of film, the way to describe a lovely feeling, how the movie does remind me about several things in my life...hmm those are the reason why i still keep smilling ;-)

Here they are, a not-too-longer info about Before You Say 'I Do'. It's written by Elna Knupp, directed by Paul Fox, released on 14 february 2009, produced by Marvista Entertainment, and distributed by Halmark Channel. (p.s : In my mind, Halmark is a symbol of many qualified lovething. That's why i copied this epoy-never-seen movie).

Film's begin with the song of I Love You for a Sentimental Reasons. Describing about two in love people, George Murray (David Sutcliffe) and Jane 'Jayney' Gardner (Jennifer Westfelay). George really loves Jayney. He proposed Jayney but she's too afraid to get married. Jayney had a trauma from her last relation, with a man called Doug (Jeff Rood). Doug had an affair with their wedding planner. They even made out in the suite Doug-Jane Honeymoon Room at reharseal wedding ceremony. Actually, Jane caught up Doug's bastar* behaviour but she couldn't angry to Doug. Until Doug really left her for that tempting wedding planner. Doug broke Jane's heart so muchh...

Then, Jane met George. She falls in love again but now she found a different love. This time Jane have a nice, care, soft, patient, loyal, not selfi sh, understand her soul, and pure loveable man. She loves George every single day but afraid to be married.

After a touching persuation, Jane finally accepts George's proposal. They get engaged although Janed couldn't hide her anxiety. She runaway from George in the night after engagement party.

When realized lost his future wife, George try to meet Janey. He raced with yellow sign traffic light while making a wish could meet Jayney before wedding day. Unfortunately, George got crash with other car and found himself live in 'Twilight Zone' when he opened his eyes.

Yups, twilight zone. George go to 10 years ago. From November 2nd 2009 to November 2nd 1999. That means, it's 3 days before Jane-Doug Wedding Ceremony. Bla, bla, bla, fairy tale begins.. But i guarantee you'll be got curious and smiling while enjoying George's advanture to 'get his Jayney back'.



George able to take his Jayney from Doug. They runaway from the ceremony, making yellow-light-wish, but crash (again) cars. This time when wake up, George found himself at a wedding situation. He is really happy because that was his re-ceremony to celebrate George-Jayney 10 years anniversary.

Hahaha... Such a real fairytale, isn't it..
But i like this movie.
Looks like that i will sing : "I love you for a sentimental reasons" for lately day. ^^

Saturday, July 31, 2010

Clinton-Mezvinsky, Pernikahan Termahal Abad Ini



Kira-kira apa alasan mengapa Bill dan Hillary Clinton bersedia menghabiskan sekitar jutaan dollar pernikahan putrinya, Chelsea Clinton, dengan Mark Mezvinsky?

a. Karena Chelsea adalah anak semata wayang.
b. Karena Bill maupun Hillary jarang-jarang mengocek kantong untuk keperluan hura-hura pribadi.
c. Karena Keluarga Clinton mendapatkan besan yang tajir.
d. … [Isi sendiri jawaban Anda hehehe… :P]




Kedaulatan Rakyat edisi Sabtu (31/7) menyebutkan, biaya pernikahan Chelsea menembus angka USD2-5 juta! Angka ini sebenarnya tidak terlalu gila jika yang menikah adalah sosialita internasional atau anggota keluarga kerajaan yang glamor. Yang menjadi sorotan (saya salah satunya), Chelsea merupakan anak pasangan brilian yang terkesan bersahaja. Banyak orang tertarik untuk menebak angka pasti biaya pernikahan Chelsea. Maklum, baik Bill maupun Hillary merupakan pejuang kemanusiaan yang bergerak di dunia politik, hukum, dan sosial. Tidak sedikit orang yang terheran-heran dengan gaya pernikahan yang diusung Chelsea. Benar-benar pernikahan termahal abad ini!

Chelsea (30) menikah dengan Marc (32), teman kuliahnya ketika di Stanford University, California. Keduanya mengambil jurusan kuliah yang sama yakni keuangan. Dari namanya terlihat jelas bahwa Mezvinsky merupakan orang Yahudi tulen. Marc yang lahir pada 15 Desember 1977 merupakan seorang investment banker. Dia menginvestasikan USD4juta di Golman Sachs dalam bentuk apartemen seluas 1.9002 kaki di California (www.mahalo.com).


Media setempat mencatat bahwa Marc merupakan anak dari pimpinan Kongres dari Iowa Edward Mezvinsky dan Marjorie Margoelies Mezvinsky yang berprofesi sebagai reporter NBC sekaligus anggota kongres. Edward pernah terjungkal akibat skandal korupsi dan penipuan. Kondisi yang membuat Chelsea dan Marc sama-sama sempat merasakan pahitnya hidup ketika keluarga terpuruk di lingkungan sosial. Konsekuensi yang harus dibayar mahal dari sebuah kesalahan.

Yesterday is his story! Itu dulu. Sekarang nama Clinton maupun Mezvinsky sudah kembali pulih. Waktunya untuk memadukan kegembiraan dengan pesta. Kesan glamor sudah terlihat dari prosesi pertunangan mereka. Tidak heran jika pernikahan yang sempat tertunda satu tahun ini terkesan jauh lebih luar biasa. VOA Indonesia menjelaska, Chelsea dan Marc menikah di sebuah rumah besar berhalan seluar 20 hektar di kawasan Rhinebeck, New York. Kompleks bekas jutawan John Jacob Astor IV. Letaknya hanya 3 jam berkendaraan dari New York City. Badan Penerangan Federal (FAA) menyatakan daerah sepanjang tepi Sungai Hudson sebagai zona larangan terbang selama 12 jam mulai Sabtu (31/7) tengah hari.

Tamu-tamu yang datang sudah pasti bukan orang biasa. Presiden AS Barrack Obama memang absen. Tapi nama-nama besar seperti Donald Trump, Oprah Winfrey, Steven Spielberg, Barbara Streisand, dan banyak lagi ada di antara 500 tamu undangan. Para undangan pasti penasaran ingin menghadiri pernikahan heboh anak tunggal dari pasangan mantan Presiden dan seorang Menteri Luar Negeri AS. Namun siapapun itu, mereka pasti turut menjadi orang penting karena bisa menikmati sajian, dekorasi, dan sarana mewah ala Chelsea dan Mezvinsky. Ini dia beberapa rincian keperluan pernikahan termahal abad ini :
* Gaun rancangan Oscar de la Renta atau Vera Wang senilai USD20ribu atau Rp179 juta.
* Perhiasan hari H untuk Chelsea mencapai RP224,5 juta.
* Kue pengantin oleh Sylvia Wienstock senilai Rp20ribu atau Rp179 juta. Kuenya berdesain unik dan dipenuhi hiasan menarik.
* Rangkaian bunga senilai USD250ribu atau Rp2,2 miliar. Bunga jenis Lilies Casablanca dan anggrek.
* Tenda pengantin senilai USD600ribu atai Rp5,8 miliar. Tenda itu disebut-sebut tahan air, tidak mudah roboh, dan memiliki dinding kaca.
* Katering senilai USD750 ribu atau Rp6,7miliar.
* Toilet portable senilai USD20ribu atau Rp179 juta. Toilet yang heboh. Terbuat dari bahan porselen yang memancarkan air, bermain musik, dan memiliki air panas.
* Berbagai jenis hiburan yang dibayar USD 40ribu atau Rp359 juta.
* Empat hinga enam trailer protaloo dengan biaya sekitar Rp135 juta.

Wow mantabs! Ckckckck… Chelsea oh Chelsea. Ternyata Tom Cruise – Katie Holmes pun tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan seorang Chelsea Clinton. Ya semoga semuanya sepadan dengan perjuangan Chelsea dan Marc untuk menjaga komitmen seumur hidup mereka. Cuma bisa bilang, GBU guys!