Showing posts with label Unek-Unek Gawean. Show all posts
Showing posts with label Unek-Unek Gawean. Show all posts

Monday, February 13, 2012

Match Up with My Pay.. mushaboom.. mushaboom



I am not a trained one but I always do my best to do everthing entrusted to me. I come to anykind of field with nothing. Just me my self. I learn from experience and experiment then combine them with one huge thing, strong will! I am willing to give more than I have to make them done.

I face human in my daily life. So I know for exactly that a half hearted will end with nothing. I have a vision to help human being a humane human. Once again, I am willing to give more than I have to make them done.


Suddenly I remember Feist. A French singer (maybe). In her song, Mushaboom, she said "maybe it is until the day my dream will match up with my pay". Hehehe... I smile everytime I listen to this song. Then I look to my self. Hahahaha.. I think my vision robs my life. Some people said that I sacrifice manything with my lifestyle. My friend used to tell that I think about other people more than my life, my personal life. It seem that I used to spend almost the whole 24 hour for changing someone else life. But not my life. I am neglecting my personal life. Actually I never care about my own life. I never care about the pay. I never care about how difficult the situation I face. I never care about my saving acount. I never care about what will I eat, I wear, and I have in this life. Never ever! My family should complain how stupid I am. Some friend should complain how dumb I am. The other should complain why I neglect them. It's okay! That is totally your right..

I don't know who give me this strong will. Yes, I am tired but I can't change my vision about life. No one can! No money can match up with my vision. Not even a billion. Appreciation is so much better. One simple kiss -from someone who is able to change his or her world- is more precious than the blink-blink things.

Thank you guys!

Monday, October 1, 2007

Buruh kok Ngebela Buruh?

Ada yang ironis dalam hari ini. Ga hanya buat gw tp juga buat temen2 yang lain. Kami terpaksa harus mengurut dada karena harus bikin berita ttg ketidakjelasan status karyawan di PT Kimia Farma Bandung. Mereka udah bertahun-tahun kerja di sana tapi ga pernah diangkat. Pahadal kalo ngeliat di UU No 13/ 2004 ttg ketenagakerjaan, seseorang yang ydah berkerja selama tiga tahun otomatis jadi karyawan di perusahaan itu.

Kenyataannya, perusahaan malah ngeliburin 40 karyawannya dan mengeganti ama karywan baru. Alhasil, para karyawan protes berat. Mereka minta di-PHK. Kalau perusahaan mau memperkerjakan, mereka harus diangkat jadi karyawan tetap. Btw, bajingan berseragam kok blom kasih komentar soal imel gw ya...

Hahaha...ironis! Buruh tertindas membela buruh yang mengalami nasib yang sama. Gw sih cuma dpt kloningan data. Abisan td bangun jam 11 dong bow. Nih gara2 si jelek-ku yang kasep. Gw ga bisa tidur. Kok gw ngerasain sindrom itu lagi ya. Hmmm...itu kan kebiasaan gw pas tiga bulan lalu. Kok ngalamin hal itu lagi ya. Sepertinya ga puas meski sekarang dia udah ada di sini menemani malam2 kami yang penuh keanehan nan indah....

Sunday, September 30, 2007

Persib For Sale, Just Rp15 Billion Only!

Beberapa hari lalu, ada kalimat Asda III Pemkot Bandung Tjutju Nurdin yang membuat kami para kuli tinta ini mendongak keheranan tidak percaya. Dalam Rapat Paripurna jawaban atas pandangan umum legislatif, Tjutju mengatakan kalo Pemkot siap menjual Persib dengan harga Rp15 miliar.

Katanya sih ini ide manajemen Persib setelah melihat tindakan manajemen PSMS Medan. Pemkot sana sepertinya tidak tahan juga atas dampak kebijakan sakti bernama Permendagri No 13/2006. Gara2 peraturan yang satu itu, semua klub sepakbola di Indonesia kelabakan karena hampir semua klub sepakbola itu nyusu sama APBD. Seharusnya sih, mendagri ngelarang APBD membiayai olahraga apapun.

Secara pribadi, gw setuju luar biasa. Abisan, Persib itu parasit yang ngabisin duit banyak bgt. Liat aja selama APBD murni 2007, Persib itu udah dapet jatah Rp15 miliar. Trus sekarang minta nambah lagi Rp7,5 miliar di anggaran perubahan. Serius gw benci bgt ama Persib dan sepakat untuk terus bikin tulisan sampe Persib bener2 dijual. Opik pun setuju...

Gw ga peduli walau Nino negor soal pemikiran gw yang satu ini. Meski mengaku bukan pencinta Persib, Nino khawatir Persib bisa mati. Soalnya dia sempet menyaksikan masa-masa kehancuran Bandung Raya. Klub kebanggaan masyarakat Bandung masa lalu ancur berkeping-keping karena dijual ke perusahaan swasta.

”Daripada nyorotin Bandung mendingan liatin tuh bantuan sosial. Jumlahnya gede banget ampe puluhan miliar tapi penerimanya ga jelas siape aje. Mending Persib ato bawaku makmur dah...” komentar Nino-ku itu. Phhhuffffphhh... gini nih kalo dah ngomong ama pengamat APBD.

Friday, August 17, 2007

Happy Independence Day!



Hari ini Indonesia ku genap 62 thn dan semua janji-janji baru menaungi sanubari beberapa orang. Gaji PNS naik 15%, uang makan mereka naik jd 15 rb, saritem mo dialihfungsikan, anggaran pendidikan naik, a-i-u a-i-u ... Asal bgt sih kasih janji2 manis!


Para pengemis masih memenuhi gedung sate dan tetap meminta selembar uang ribuam (karena mereka sudah mulai enggan menerima uang logaman).

Aku pun setuju jika dua pemimpin jabar mengatakan bahwa jabar belum merdeka.

Ah..entahlah! yang ada di pikiranku saat ini, duniaku masih terbelenggu sistem yang tidak jelas.


Berontak? tidak mungkin dan aku pun mulai apatis. Pikiran ini seperti dipenuhi pergelutan yang tidak intelek dan hanya diisi keluhan-keluhan semata. Sendiri dan aku benci karena aku mulai tidak terbiasa menjalani hari dengan kesendirian. Tetapi di sisi lain, aku pun enggan mengeluarkan semua kegelisahan ini bersamanya.


Dan akhirnya, hari ini tiba! D damn day when the trouble begin. Oke ini cuma pemikiran yg ada di otak kecil gw karena yang lain menganggapnya sebagai rejeki. Dodol! Phupffhh....napa semuanya kaya gini? dan kenapa pula gw masih tetap mempertahankan semua ini dan menyepelekan semua syarat2 penggapai mimpi?

Apa gw salah? hati ini masih dengan tegas berkata "NggaK!!"

I still believe that i'm strong enough to break the habit...


"Merah putih teruslah kau berkibar!"


Tuesday, July 17, 2007

Huiks...Duhai Buslane (or whatever ur name!)
























Huiks..bus-bus ini....


Walaupun serupa dengan metro mini yang sering menjadi tumpangan semasa mejadi prajurit putih abu-abu, aku tidak rela sekali melihat busway ala Bandung alias Trans Metro Bandung ini nangkring penuh sepi. Bus-bus itu cuma ditemani sama burung (atau kelelawar ya?) yang sering menjatuhkan kotorannya ke atas bus, laba-laba yang gemar membuat sarang dan angin penuh debu.



Huiks lagi...
Padahal, uang miliar rupiah dah masuk
ke dinas yang dikepalai sama sodara satu kampung halamannya aku.
Padahal, supir2 damri dan angkot yang kecil2
udah mulai pada rela melikuidasikan kendaraan yang menjadi sumber hidupnya.

Padahal, pemda pimpinan Dada yang paling besar di dunia itu sudah PD sekali membuat tulisan " jalur TMB" di jalan yang sampe sekarang belum diijinin pusat buat jadi tempat maennya proyek yang kata orang PR bilang "buslane" (sementara redakturku sempat dengan bawelnya bertanya: "emang di kamus ada kata BUSLANE ya?).




Huiks...

Jadi kapan nih?

Kapan Bandung punya bus kaya di jakarta (walaupun di pemda-nya sutiyoso mulai menutup bbrp jalur busway karena, ktnya, malah ngerugiin ) ??

Kapan ya?
Hmm...may.....

May be yes May be no!

(emangnya Ringgo?)

Saturday, June 23, 2007

Ini Dia, Sebagian Sisi Muka Kota Bandung-ku


- Jl. Dewi Sartika menjelang tengah malam -

"Sekali main, harga saya Rp... Mau?"










-Pelataran Mesjid Raya Kota Bandung -

Fungsi lain halaman mesjid yang udah direnovasi ratusan miliar. Btw, kok mereka ga risih ya padahal udah beberapa kali denger suara jeprat-jepret kamera kita?









-Palaguna Nusantara -

PT Titah Raja Jaya yang mau ngeronovasi gedung perbelanjaan yang terkesan sengaja menelantarin tempat ini, punya tawaran spesial ala penjahat kapitalis buat pedagang lama. Jual toko lama, pedagang dapet Rp4 juta/m2 (lebih dari 10m2, korting 50%) tp kalo mau beli toko baru : Rp60 juta/m2.


Hmmhm...ga mau jual, rasakan serangan jurik2.....hahahah...gitu ceunah!





-Bagian Depan Pendopo Pemkot Bandung -

Bapak ini cuma ingin berjualan jagung dan kacang. Butuh resep untuk bisa berjualan dengan tenang? siapin saja persekot buat satpol pp. Pamong praja yang katanya bertugas bikin Kawasan Tujuh Titik bersih PKL, Pelacur, Gepeng, kendaraan parkir, reklame en so on. yah... itu sih katanya Perda K3.



dan inilah hasilnya... sampah dimana-mana...dan bandungku menjadi kota lautan sampah...huikz

































Monday, May 14, 2007

Dasar Birokrat Parasit......!!!!!


*Kemampuan Mengakses Dana Kurang
Lia Larang Pejabat Publik Jadi Pengurus Olahraga
BANDUNG (SINDO) – Ketua Panitia Anggaran DPRD Kota Bandung Lia Noer Hambali melarang pejabat publik Kota Bandung menjadi pengurus Cabang Olahraga.
(Cabor) Pasalnya, para birokrat tersebut tidak memliki kemampuan mengakses dana sehingga harus terus bergantung ke APBD Kota Bandung.

“Saat ini, wali kota justru menempatkan orang-orang yang tidak mengerti olahraga dan tidak memiliki kemampuan akses dana. Akhirnya, kepengurusan olahraga jadi terus nyusu pada APBD. Jadi saat ditinggalkan pejabat publik, cabor tersebut mati!” ungkap Lia di Gedung DPRD Kota Bandung, kemarin.

Padahal menurut Lia, tujuan awal pejabat diletakkan di posisi pengurus agar mereka dapat mengomunikasikan kebutuhan olahraga kepada pihak swasta yang berpotensi. Sebab di Kota Bandung ada sekitar 80 ribu perusahaan yang terdaftar dan sekitar 10% atau 4000 perusahaan masuk dalam kategori baik.

“Bukan berarti kami meminta birokrat memeras perusahaan ya. Kan setiap perusahaan pasti memiliki dana promosi. Nah, tugas birokrat bertugas untuk memudahkan penyaluran dana ke pihak manajemen klub olahraga. Dana tersebut kan dapat menjadi dana abadi untuk olahraga,” jelas Lia.

Lia sendiri mencontohkan penempatan Yossi Irianto, Dada Rosada serta pejabat publik lainnya dalam susunan pengurus Persib. Awalnya, kebesaran nama birokrat tersebut dapat mendorong publik menanamkan investasi dalam manajerial Persib.

Yossi Irianto misalnya. Seharusnya, posisinya sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah memudahkannya melobi pengusaha di Kota Bandung untuk melirik Persib. Para pengusaha pasti banyak bersinggungan dengannya. Karena mereka harus menyetorkan pajak ke dinas pimpinan Yossi tersebut. Kenyataannya, Persib malah terus mengandalkan APBD.

“ Wali Kota Bandung harus melakukan reformasi birokrasi dengan menguji bawahannya. Kalau mereka tidak memiliki kemampuan mengakses dana, jangan naikkan mereka lagi!” tegas Lia.

Sementara itu, Pakar Hukum dan Tata Negara I Gde Pantja Astawa menyimpulkan, pejabat sekarang hanya mencari cara yang paling mudah. Mereka terkesan tidak mau repot mencari dana untuk pembiayaan olahraga dan mengambil cara yang instan saja.

“Pusat tidak pernah memadai pembiayaan kegiatan olahraga di daerah. Kalau sudah seperti itu, yang paling mudah ya APBD. Dana sudah ada dan pejabat tinggal memutar otak mencari celah untuk pencairan,” ujar Pantja.


(evi panjaitan)

PS: Buat PR, pinjem fotonya ya.....

Sunday, May 13, 2007

Saya Bukan Tukang Palak

Kamis Siang (28/2 07)

HUT Ke 49 Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani

Bandung

Kalo opini bisa diijinkan bicara, mungkin Dirut PDAM Kota Bandung yang satu ini pgn bilang: "Saya bukan Tukang Palak! Saya gak maksa kepala sekolah dan orang-orang dinas emang bersedia beli jam ini,"

Kami pun berkata: "Oo..gitu ya pak. Tapi itu kan jam duduk biasa. Kok harganya Rp300 ribu?"


Jaja Sutarja pun menjawab:"Ini jam bagus. Kualitasnya pasti dijamin. Lagian kan Korpri butuh dana, makanya saya jualan jam. Ngertilah!,"


Ada yang iseng berkata:"Kalo gitu, kita dikasih satu-satu aja pak!"


Jaja:" ?@$%!&...!!" (mungkin dalam hati berkata " Dasar wartawan sialan!")

PS:Ini bukan serangan ke PDAM lho!

Smack (it) Down!!!!!

Belakangan ini, kasus korban smack down makin merebak. Anak2 sekolah babak belur bahkan sampe meninggal gara2 pengen kaya The Rock.

Pengaruh media massa memang luar biasa. Saking khawatirnya, KPID ampe minta Lativi hentikan tayangan Smackdown.

Heran, kemane aja pak? Kok baru sekarang bertindak. Dari jaman gw smp dulu, smackdown dah merajalela. Entah karena badanny kaya badak atao emang males ngeluh, kok dulu temen2 gw santai2 aja ditiban.

Rusuh deh! Dulu tuh, tiap orang selalu berusaha nyari orang yang "ngada-ngada" alias rese. Nah kalo orangnya dah ketemu, tinggal nunggu komando. Kata-kata "Tiban..!!!" akan membuat banyak anak2 cowo dengan segera meniban sang "pengada-ngada" itu. Entah siapa yang rese sebenernya.


Yang jelas, dari dulu gw benci bgt liat smack down. Baguslah kalo sekarang sekolah n KPID mulai peduli untuk berantas perilaku bar-bar ini.