Showing posts with label penting buat dibaca. Show all posts
Showing posts with label penting buat dibaca. Show all posts

Friday, July 30, 2010

Anti Bakrie

“Punya nomer Esia ga? Berapa biar nanti kita teleponnya enak”
“Esia? Kagak.. Kagak akan minat punya Esia”
“Kok bisa”
“Gw ga suka sama Bakrie!”
“Hahaha…bisa aja lo Poy”

Yoha, gw emang ga pernah tertarik sedikitpun sama semua produknya Bakrie Coorporation. Sekalipun produknya menawarkan kemudahan yang murah sekali. Duh bener-bener ga berminat deh terjerat sama kaki guritanya Bakrie. Huahahaha…

Bagi semua, semua yang berhubungan sama Bakrie itu haram hukumnya. Hihihihi. Semakin banyak gw mendapat informasi tentang perjalanan bisnisnya, semakin gw mantap dengan sikap gw. Selalu saja ada keburukan tentang Bakrie. Keburukan yang terbesar tentu saja mengenai lumpur derita dari Lapindo. Di luar itu masih banyak keburukan lainnya.

Akhir 2009 Direktorat Jenderal Pajak menemukan dugaan pidana pajak dari tiga perusahaan tambang Bakrie yaitu PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT Bumi Resources Tbk., dan PT Arutmin Indonesia. Ketiga perusahaan ini disebut-sebut memberikan Surat Pemberitahuan Tahunan yang fiktif. Mereka meninggalkan jumlah tunggakan pajak yang tidak sedikit. Jumlahnya Rp2,1triliun. KPC menunggak RP1,5triliun, Bumi Rp376miliar, sedangkan Arutmin mencapai Rp300miliar.

Baru-baru ini empat perusahaan Bakrie lainnya kembali bermasalah karena memberikan laporan keuangan yang salah. Empat perusahaan itu yaitu PT Bakrie and Brothers Tbk. (BNBR), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. (UNSP), PT Energi Mega Persada Tbk, (ENRG), dan PT Benakat Petroleum Energy Tbk, (BIPI). Bahkan setelah diberi waktu, para emiten tersebut tidak dapat memberikan data yang diminta bursa secara memadai mengenai penjelasan kesalahan penyajian penempatan dana berbentuk deposito. Dasar ndabled! Udah tahu salah eh bukannya dibetulin. Emang niatnya udah jelek sih mereka itu.

Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito akhirnya mengumumkan secara resmi kepada publik (22/7) bahwa pihaknya menjatuhkan sanksi terberat dalam dunia perdagangan saham. Keempat emiten tersebut diganjar peringatan ketiga dan denda masing-masing Rp500juta terkait kesalahan penyajian laporan keuangan triwulan I-2010.

Andreas Harsono, dari Pantau, juga bener-bener sebel berat sama Bakrie. Dia mempublikasikan surat terbuka untuk mengembalikan Bakrie Award yang diorganisir oleh Freedom Institute (Kalau gw ga salah). Setiap tahun Bakrie memang rutin memberikan Bakrie Award kepada orang-orang berprestasi di Indonesia. Dalam ajang penghargaan ini, pemenangnya tidak sekedar membawa pulang trofi Bakrie tetapi juga uang tunai yang jumlahnya sepertinya mencapai ratusan juta rupiah. Sengaja banget menyuap tokoh-tokoh masyarakat agar bisa menjadi agen pencitraan Bakrie kepada kelompoknya. Uhhh teori komunikasi banget! Masyarakat jaman sekarang sudah selektif terhadap infomasi yang diterimanya. Ga gampang percaya. Tetapi ketika yang menyampaikan informasi itu orang yang terpandan, orang yang memang pintar, orang yang cendekiawan, masyarakat cenderung lebih mudah dipengaruhi. Huhuy..


Para penerima Bakrie Award

BA 2003 Sapardi Djoko Damono (kesusastraan) dan Ignas Kleden (sosial-budaya).
BA 2004
Goenawan Mohamad (kesusastraan) dan Nurcholish Madjid (sosial-budaya)
BA 2005
Budi Darma (kesusastraan), Sri Oemijati (kedokteran).
BA 2006
Arief Budiman (pemikiran sosial), dan Iskandar Wahidiyat (kedokteran).
BA 2007 Putu Wijaya (sastra), Sangkot Marzuki (kedokteran), Jorga Ibrahim (sains), dan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) Sukamandi, Subang (teknologi).
BA 2008
Taufik Abdullah, Sutardji Calzoum Bachri, Mulyanto (kedokteran), Laksamana Tri Handoko (ahli fisika), Pusat Penelitian Kelapa Sawit.
BA 2009
Sajogyo (pemikiran sosial), Ag Soemantri (dokter), Pantur Silaban (sains), Warsito P. Taruno (Teknologi), Danarto (Kesusastraan).

Tuesday, December 9, 2008

Ditjen Pajak Siapkan Insentif Industri??

Senin, 08/12/2008 11:32 WIB
Ditjen Pajak Siapkan Insentif Industri untuk Cegah PHK
Wahyu Daniel - detikFinance

Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak kemungkinan akan mengeluarkan kebijakan insentif perpajakan kepada sektor riil khususnya di bidang industri, guna menahan laju gelombang PHK di 2009.

Hal ini dikatakan oleh Dirjen Pajak Darmin Nasution usai acara pemotongan kurban di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta (8/12/2008).

"Insentif ada kemungkinannya, tapi bagaimana mekanismenya nanti kita cari. Kita sedang bahas di Depkeu, nanti pada saatnya kita jelaskan," ujarnya.

Darmin mengakui keprihatinannya dengan gelombang PHK yang terjadi pada beberapa sektor industri di Indonesia akibat turunnya permintaan akibat krisis ekonomi global.

"Intinya bagaimana menahan supaya PHK tidak sampai besar. Kita akan cari mekanismenya melalui perpajakan," katanya.

... looking more in detikfinance

----

Hmm.. kok aneh ya? Terakhir pas ketemu bapak dirjen yang menyebalkan kalo diwawancara ini di Savoy Homann Kamis minggu lalu, perasaan dia kaga mau kasih secercah harapan [walo sedikit] tentang insentif buat industri yang bangkrut gara-gara krisis. Eh selang beberapa waktu kemudian kucuk-kucuk ngomong gini.. semoga bukan hasil sulapan Mas Wahyu Daniel ato redaktur detikFinance.. i hope so !

Saturday, October 25, 2008

Top 10 Tradisi Mengerikan di Dunia

Sebagian besar tradisi ini sekarang merupakan bagian dari sejarah dan dianggap paling kejam atau jahat. Namun beberapa diantaranya dihentikan baru-baru ini. Ini adalah daftar 10 tradisi yang aneh yang sekarang kebanyakan sudah hilang dari peradaban manusia.

1.Foot Binding
F
oot Binding atau pengikatan kaki adalah tradisi menghentikan pertumbuhan kaki perempuan zaman dahulu yang terjadi di China. Tradisi ini telah menghadirkan penderitaan besar bagi para perempuan China pada masa itu. Pengikatan kaki biasanya dimulai sejak anak berumur antara empat sampai tujuh tahun. Masyarakat miskin biasanya terlambat memulai pengikatan kaki karena mereka membutuhkan bantuan anak perempuan mereka dalam mengurus sawah dan perkebunan.



Pengikatan kaki dimulai pada masa akhir dinasti Tang (618-907) dan mulai menyebar pada golongan kelas atas sampai pada zaman dinasti Song (960-1297), pada zaman dinasti Ming (1368-1644) dan dinasti Qing (1644-1911), budaya mengikat kaki menyebar luas dalam mayoritas masyarakat China sampai akhirnya dilarang pada Revolusi Sun Yat Sen tahun 1911. Kelompok yang menghindari adat ini hanyalah bangsa Manchu dan kelompok migran Hakka yang merupakan kelompok paling miskin dalam kasta sosial China. Kebiasaan mengikat kaki ini berlangsung selama sekitar seribu tahun dan telah menyebabkan sekitar satu milyar wanita China mengalami pengikatan kaki.

Pengikatan kaki dilakukan dengan cara membalut kaki dengan ketat menggunakan kain sepanjang sepuluh kaki dengan lebar dua inchi, melipat empat jari kaki ke bagian bawah kaki dan menarik ibu jari kaki medekati tumit. Hal ini membuat kaki menjadi lebih pendek. Pembalut kaki semakin diketatkan dari hari ke hari dan kaki dipaksa memakai sepatu yang semakin kecil. Kaki harus dicuci dan dipotong kukunya karena kalau tidak akan membuat kuku-kuku kaki di kaki yang diikat menusuk ke dalam dan menimbulkan infeksi. Jika balutan terlalu ketat maka dapat timbul buku-buku di kaki yang harus dipotong dengan pisau. Kemudian kaki juga harus dipijat dan dikompres dingin dan panas untuk sedikit mengurangi rasa sakit. Pengikatan kaki membuat siklus darah tidak lancar sehingga dapat membuat daging kaki menjadi busuk dan kaki dapat mengeluarkan nanah. Semakin kecil kaki seorang gadis maka akan semakin cantik ia dipandang. Panjang kaki seorang gadis hanya berkisar 10-15 sentimeter saja.




2.Self Mummification
Sokushinbutsu adalah rahib Buddha atau imam yang didakwa menyebabkan kematian dengan cara menjadikan mereka jadi mumi. Praktek ini dilaporkan terjadi hampir secara eksklusif di utara Jepang sekitar Prefektur Yamagata. Terdapat Antara 16 sampai 24 mummi yang telah ditemukan.

Tiga tahun para imam hanya makan diet khusus yang terdiri dari kacang-kacangan dan biji-bijian, Mereka kemudian hanya makan kulit dan akar dalam waktu tiga tahun dan mulai minum teh racun yang dibuat dari getah pohon yang Urushi,yang biasanya digunakan untuk laka mangkuk. Ini menyebabkan muntah dan cepat hilangnya cairan tubuh, dan yang terpenting, mematikan anggota tubuh yang dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh yang bisa menimbulkan kematian. Akhirnya,pada mummifying biarawan akan mengunci dirinya dalam kubur batu yang ukurannya hampir tidak lebih besar dari tubuhnya, di mana dia tidak akan bergerak dari posisinya. Penghubung ke dunia luar adalah tabung udara. Setiap hari ia mengingatkan pada agar orang-orang di luar bahwa ia masih hidup.



3. Eunuchs

Eunuchs disebut juga kasim,seorang laki-laki yang kehilangan kesuburannya
karena kemaluannya telah dibuang dengan sengaja atau karena sebab-sebab lain.Catatan- catatan paling awal tentang pengebirian dengan sengaja untuk menghasilkan orang kasim berasal dari kota Lagash di Sumeria pada abad ke-21 SM. Sejak itu, selama beribu-ribu tahun orang kasim bekerja di berbagai kebudayaan seperti pelayan istana atau pelayan rumah tangga, penyanyi laki-laki dengan suara tinggi, petugas-petugas keagamaan khusus, pejabat pemerintah, komandan militer, dan pengawal kaum perempuan ataupun pelayan di harem.
Orang kasim pertama disebutkan di Kekaisaran Asyur (l.k. 850 hingga 622 SM). Mereka pun biasa tampil di istana kaisar-kaisar Akhemenid dari Persia atau firaun dari Mesir (hingga dinasti Lagid yang dikenal sebagai Ptolemeus, yang berakhir dengan Cleopatra).Di Tiongkok kuno, pengebirian adalah salah satu bentuk hukuman tradisional (hingga Dinasti Sui) dan sarana untuk mendapatkan pekerjaan di kalangan istana Kaisar. Pada akhir Dinasti Ming ada 70.000 orang kasim di Istana kaisar. Jabatan seperti itu demikian berharga—orang- orang kasim tertentu berhasil mendapatkan kekuasaan yang demikian besar sehingga melampaui kekuasaan perdana menteris—sehingga pengebirian diri sendiri harus dilarang. Jumlah orang kasim yang menjadi pegawai Istana Kaisar akhirnya menurun hingga 470 orang pada 1912, ketika mereka tidak lagi dipekerjakan. Orang-orang kasim diberikan jabatan-jabatan pegawai negeri yang demikian tinggi dengan alasan bahwa karena mereka tidak dapat mempunyai anak, mereka tidak akan tergoda untuk merebut kekuasaan dan memulai sebuah dinasti. Pada saat yang sama, sebuah sistem serupa juga ada di Vietnam



4.Sati
Tradisi sati atau bakar diri hidupp-hidup, dianggap sebagai lambang kesalehan,sekaligus menunjukkan kepemilikan laki-laki atas perempuan,biasanya dilakukan oleh perempuan yang berkasta tinggi dan dipercaya hanya perempuan pilihan yang dapat melakukannya. Tradisi sati dipandang sebagai alternatif yang lebih baik ketika seorang istri ditinggal mati oleh suami, daripada mereka mengalami penyiksaan dari saudara-saudara ipar, yang akan menyalahkan perempuan sebagai penyebab mati suami.
Sati menjadi tradisi tidak hanya berlaku bagi istri,tetapi juga bagi istri simpanan,saudara ipar dan bahkan ibu,untuk mengorbankan dirinya diapi pembakaran jenasah laki-laki yang memiliki mereka.pelaku sati diagungkan sebagai pahlawan,sesuai dengan ajaran hindu



5.Dueling
Tradisi duel dipraktikkan pada abad 15-20 oleh masyarakat Barat, yang merupakan tanding antara dua orang, kematian dicocokkan dengan senjata, sesuai dengan aturan eksplisit atau implisit yang telah disepakati, sebagai lambang kehormatan, biasanya diiringi oleh perwakilan yang dipercaya.

Dueling biasanya terjadi karena keinginan satu pihak (yang penantang)karena dianggap telah melakukan penghinaan terhadap kehormatannya. Tujuan dari dueling tidak laain adalah untuk kepuasan semata, untuk memulihkan status kehormatan mereka bersedia mempertaruhkan nyawa.dueling biasanya dilakukan bisa dengan pedang ataupun pistol



6.Seppuku
seppuku disebut juga Harakiri,Salah satu tradisi yang menjadi kebanggaan masyarakat Jepang, yang berasal dari kata hara yang berarti perut dan kiru yang berarti memotong. Harakiri juga dikenal dengan istilah seppuku. Kebiasaan harakiri ini dilakukan oleh prajurit berkelas dari kalangan samurai sebagai bukti kesetiaan. Bunuh diri yang dilakukan para Samurai ini sangat menyiksa, karena si pelaku harus menunggu kematian karena kehabisan darah setelah merobek dan mengeluarkan isi perutnya.

Ada ritual khusus yang harus dilakukan oleh Samurai jika ingin melakukan harakiri. Ia harus mandi, menggunakan jubah putih, dan makan makanan favorit. Pelaku harakiri ditemani seorang pelayan (kaishakunin) , yang ia pilih sendiri. Kaishakunin ini bertugas membuka kimononya dan mengambilkan pisau yang akan digunakan. Jika pelaku harakiri menjerit atau menangis kesakitan saat ia menusuk dan mengeluarkan isi perutnya, hal tersebut dianggap sangat memalukan bagi seorang Samurai. Karena itu Kaishaku bertugas mengurangi penderitaan itu, mempercepat kematian dengan memenggal kepala si pelaku



7. Human Sacrifice
Human Sacrifice adalah pengorbanan manusia,tindakan membunuh manusia untuk tujuan menawarkan persembahan kepada dewa atau lainnya. Dilakukan oleh banyak kebudayaan kuno. persembahan ini bervariasi,beberapa seperti Mayans dan Aztecs yang terkenal jahat mereka untuk upacara persembahan, sedangkan yang lainnya sudah tampak sebagai praktek primitif. Korban persembahan dibunuh dengan cara yang berbeda-beda, ada yang dibakar,dipenggal, atau dikubur hidup-hidup. dapat berupa anak kecil,atau gadis-gadis perawan.
ini adalah sejarah umum yang pernah ada didunia, Kebanyakan agama mengutuk praktek-ini dan undang-undang menganggapnya sebagai tindak pidana. Namun sampai hari ini,kadang masih ada yang melakukan tradisi tersebut terutama didaerah-daerah terpencil dimana kepercayaan tradisional masih berlanjut



8. Concubinage













Concubinage disebut juga pergundikan. foto di bawah menunjukkan sekelompok selir berdiri di belakang pelindung mereka (biasanya kasim)


9.Geisha
Geisha berasal dari kata "Gei" yang berarti seni atau pertunjukan dalam bahasa Jepang dan "Sha" berarti orang, jadi Geisha (person of the arts) merupakan seorang seniman tradisional penghibur di Jepang. Di Kyoto sendiri, kata "Geiko" digunakan untuk gambaran para seniman seperti itu. Kehadiran geisha di abad 18 dan 19 merupakan hal yang umum dan hingga kini merekapun masih tetap ada walaupun jumlah mereka sdh semakin berkurang.

Geisha dilatih secara tradisional sejak masa kecil mereka. Rumah geisha sering membeli gadis-gadis kecil dari keluarga yang miskin dan mengambil tanggung jawab untuk membesarkan dan melatih mereka. Selama masa kanak-kanak, geisha yang dilatih pertama-tama bekerja sebagai pembantu, kemudian sebagai asisten senior rumah geisha, selain sebagai latihan ini juga dipakai untuk membantu kontribusi biaya pemeliharaan dan pendidikan mereka. Sistem tradisi latihan yang panjang ini masih tetap ada di Jepang, dimana seorang mahasiswa yang tinggal di rumah guru seninya, mulai melakukan pekerjaan rumah yang umum dan mengamati serta membantu gurunya hingga akhirnya berpindah untuk menjadi tuan bagi dirinya sendiri. Latihan ini memakan waktu beberapa tahun.


10. Tibetan Sky Burial
Tibet ialah sebuah kawasan penara di Asia Tengah dan petempatan asli bagi orang Tibet. Dengan ketinggian purata sebanyak 4,900 meter (16,000 kaki), Tibet merupakan rantau yang tertinggi di Bumi dan sering bergelar "Bumbung Dunia."

Bagi masyarakat tibet yang beragama buddha ini, tanah tempat tinggal mereka terletak di atas gunung di mana tiada tanah lembut. Hampir kesemuanya diliputi batu atau salji/air batu.Oleh kerana tiada tanah perkuburan disebabkan keadaan geografi , mereka memberi mayat untuk dimakan oleh burung.



Disamping itu , dengan cara begitu dipercayai roh si mati akan kekal di gunung bersama burung berkenaan.Tindakan lelaki di dalam gambar di bawah memotong serta menghancurkan mayat adalah untuk memudahkan burung tersebut mempercepat proses ini. Mereka juga tidak mau burung tersebut membawa anggota badan yang masih utuh (seperti kepala, tangan dll) ke tempat lain.

Friday, October 24, 2008

Mr Uno yang Wow...

Hari ini harinya Sandiaga S Uno.. Ternyata dia ngisi seminar "Economy Outlook 2009" di Kantor BI Bandung. Wuakakakak, akhirnya ketemu juga sama manusia yang belakangan ini makin populer aja. Nama dan wajah manisnya itu tiba-tiba meledak di bumi nusantara ini setelah lepasin jabatannya sebagai ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia. Emang sih auranya jauh banget dari M Lutfi, si kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal yg oke banget itu tp tetep jadi hiburan yang wow di jumat kramat ini.. hehehe lebay banget sih gw. Abisan hari ini ada yang ngamuk2 ga jelas di Surabi Enhaii gara2 rencana cutinya berantakan dan sempet adu mulut sama si pit hitam. Ketauan betenya karena selama ini gw katain penjahat wanita. Bikin guneman aja musti nyolot2an dulu.. dasar ah! hmm.. tp hari ini gw dah bertekad ke Tuhan ga akan nyolot kok ke dia. Sampe jam 16.30 sih cukup berhasil buat ga ngamuk-ngamuk tp ga tau pas besok-besok. Hahaha...


Back to the topic, ini ada postingan bagus dari blognya anak Bisnis Indonesia. Namanya gw lupa tapi tuh blog oke punya banget! Bahasanya cair banget tapi tetep ngasih manfaat buat yang ngebacanya. Manfaat yang begitu bervariasi dari sekedar ngecengin mukanya Sandi sampe belajar jadi pengusaha kecelakaan. Here we go:

Sandiaga S. Uno: On interview

Posted by algooth putranto on February 21, 2008

Rapi dan dinamis, singkat saja kesan pertama yang langsung didapat saat masuk ke dalam ruang tamu di kantor pengusaha muda, Sandiaga S. Uno yang terletak hanya sepelemparan batu dari Hotel Indonesia.

Sofa yang disediakan pun nampak serasi dengan warna dinding ruangan. Pada sisi kanan ruangan sebuah lemari besar dipenuhi piala dan foto berhadapan dengan televisi datar ukuran besar di sisi lain.

Tak beberapa lama, masuk pria berperawakan sedang sambil membawa sebuah toples plastik berisi kue dan buku berjudul “Etiket” karya Mien R Uno. “Ini saya bawakan kue untuk teman ngobrol,” ujarnya sembari tersenyum.

Siang itu tak nampak sama sekali gurat khwatir di wajahnya gara-gara Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla tengah menantinya di Istana untuk mendengarkan masukan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia.

“Terus terang pulang ke Indonesia itu gara-gara krisis, aku memutuskan pulang Juni 1998. Aku ini pengusaha kecelakaan,” ujar pria yang akrab disapa Sandi, merendah.

Padahal begitu lulus sebagai sarjana akunting dengan predikat summa cum laude dari The Wichita State University, Kansas, AS, tahun 1990, Sandi langsung ditawari taipan Astra, William Suryajaya agar bergabung dengan Bank Summa.

Hanya satu setengah tahun ayah dari Anneesha Atheera dan Amyra Atheefa bertahan menduduki jabatan finance and accounting officer di Bank Summa untuk kemudian kembali lagi negeri Paman Sam.

Saat itu dia mendapat tawaran beasiswa dari Bank Summa untuk menempuh program MBA dari The George Washington University, Washington yang diselesaikannya dengan sempurna. Indeks Prestasi Komulatif (IPK) Sandiaga mencapai 4,00 alias summa cum laude.

“Banyak hal yang terjadi waktu sekolah. Mulai dari Bank Summa ditutup. Waktu itu nggak etis banget [kalau] waktu itu saya tinggalkan bank dalam keadaan susah. apalagi saya sudah diberi beasiswa,” tutur suami Noor Asiah itu.

Demi loyalitas itu, meski sudah mendapat tawaran dari, Sandi tetap menyempatkan diri untuk kembali ke Bank Summa guna membantu proses penyelesaian permasalahan bank tersebut.

Menurut Sandi, penyelesaian itu sangat terbantu sikap Om Will untuk menyelesaikan semua kewajiban kepada nasabahnya. Tentu dengan akibat keluarga William Suryajaya harus kehilangan Astra.

Setelah itu Seapower Asia Investment Limited dan MP Holding Limited Group di Singapura menjadi tempatnya berlabuh, perusahaan minyak dan gas NTI Resources Limited, Calgary, Canada menjadi tempatnya berkelana.

Sandi sendiri kemudian kembali ke Jakarta setelah perusahaan investasi di Singapura yang menjadi tempatnya bekerja akhirnya tutup. “Saya tidak pernah berpikir untuk jadi pengusaha. Setiap bulan pokoknya diberi fasilitas dan gaji.”

Rupanya begitu pulang ke Jakarta, Sandi baru sadar ternyata dia tidak tahu akan melangkah ke mana dan akhirnya mulai mendirikan PT Recapital Advisors yang berkutat dalam hal review advisory.

Untungnya, dia cukup akrab dengan Edwin Soeryadjaya—anak Om Will—keduanya lantas sepakat untuk mendirikan PT Saratoga Investama Sedaya yang membidangi private equity dan direct investment.

Hanya saja meski Sandi sudah menjadi pengusaha. Kemauannya untuk terus turun ke lapangan membuat kawan-kawan sesama pengusaha bingung.

“Saya tidak mau melepas keprofesionalan saya. Kita tidak tahu usaha kita kalau tidak benar-benar menegtahui usaha kita,” tuturnya.


Dukungan Orang Terdekat

Langkah Sandi sebagai pengusaha itu rupanya mendapat dukungan yang berarti dari kedua orang tuanya meski ayah dan ibunya sama sekali tidak berlatar belakang dunia swasta.

Malah sang ayah, Henk Uno sebetulnya tidak pernah berfikir Sandi akan menjadi pengusaha dan berharap agar anak bungsunya itu mau mengikuti jejaknya.

Dan bukan kebetulan jika kedua orang tua Sandi cukup dikenal kalangan atas. Hasilnya dia tak perlu memperkenalkan dirinya kepada relasi-relasi bisnisnya. Istilahnya membantu membukakan pintu.

Meski begitu dia tidak pernah merasa kesepakatan bisnisnya tidak pernah diperoleh hanya karena koneksi relasi kedua orang tuanya. “Relasi hanya bisa membuka pintu itu merupakan jalan. Selebihnya kita yang harus meyakinkan mereka.”

Namun seluruh semangat kemandiriannya itu diakui Sandi sebagai satu hal yang diasah berkat terasing di negeri orang semasa menyelesaikan pendidikannya. Suatu fase yang membentuk kemandirian dan keseriusan.

Beruntung dia belum sampai harus bekerja menjadi tukang bersih-bersih. Tetapi Sandi mengaku pernah juga merasakan pengalaman bekerja sebagai asisten lab dengan gaji US$3 per jam.

Untung pekerjaan itu tak bertahan lama, gara-garanya dia melihat peluang pendapatan besar kalau menjadi tutor yang gajinya mencapai US$6 per jam dan terus meningkat menjadi teacher assistant di kampus.

“Sudah jauh dari orang tua dan saudara, hanya ada temen-temen. Mau tidak mau kita terpaksa harus mandiri dan gigih. Selain udaranya dingin, bahasa pun kadang-kadang tidak mengerti,” kenang pria penggemar baca buku dan olahraga ini.

Uniknya, kemampuan adik dari Indra Uno dalam beradaptasi cukup cepat sehingga saat dia kembali ke tanah air Sandi tidak mengalami kerepotan akibat shock culture seperti umumnya orang yang baru kembali dari luar negeri.

Sesi hidup paling berkesan

Perihal keterlibatannya di HIPMI, Sandi justru punya cerita yang cukup lucu. Konon
Saat itu Muhammad Lutfi yang menjabat sebagai Ketua HIPMI mengajaknya untuk mampir ke HIPMI.

“Saya tanya, berapa persen waktu yang tersita untuk HIPMI, dia bilang paling 30%-35%. Jadi kamu tetap bisa dagang. Padahal sebetulnya saya tahu waktu dia habis untuk ngurusi HIPMI,” paparnya semabri tertawa.

Namun akhirnya, Sandi justru tetap memilih untuk aktif ke dalam HIPMI. “Waktu saya masuk ternyata bukan 30%-35% tapi hampir 100%!”

Hal itu disebabkan HIPMI diakui oleh Sandi merupakan organisasi yang sangat dinamis dan besar. Tercatat hingga kini HIMPI sudah memiliki jaringan di 32 provinsi. Anggota-anggota tersebut sangat aktif melaporkan masalah mereka kepada dirinya.

Tak heran jika kemudian dia mengakui saat ini merupakan sesi hidup yang paling berkesan. Sebab dengan HIPMI dia betul-betul belajar pertemenan kebersamaan.

“Saya melihat ada aspirasi sebagian kawan yang menganggap HIPMI suatu pintu ke bidang politik dan lain-lain. Padahal awalnya saya melihat organisasi ini murni urusan bisnis tapi ternyata semuanya bercampur lobby politik,”

Tetapi, lanjutnya, justru ini sisi dinamis dan menariknya HIPMI. Menurut dia hal ini tidak ada dan tidak bisa dipelajari dari bangku sekolah.



Wawancara

Pengusaha butuh akses ke Bank

Secara umum perekonomian Indonesia masih menghadapi tantangan yang cukup berat. Ekspansi ekonomi terkendala oleh membumbungnya biaya produksi akibat kenaikan harga BBM dan belum tuntasnya berbagai peraturan di bidang investasi dan pembangunan infrastruktur.

Sementara itu, kegiatan konsumsi juga mengalami penurunan karena melemahnya daya beli masyarakat. Sementara itu pengusaha diminta untuk terus mempertahankan diri agar terus menghidupkan perekonomian dan masyarakat yang bergantung pada industri.

Selain kenaikan BBM apa masalah terbesar yang dihadapi?

Masalahnya klasik yaitu akses terhadap pendanaan. Ada kesan teman-teman perbankan menjadi sangat konservatif dan hati-hati sehingga praktis kredit tidak bergulir terutama pada pengusaha pemula yang baru mulai berusaha.

Teman yang memiliki fasilitas dan track record baik saja susah. Apalagi yang mau namanya pengusaha baru. Akhirnya teman-teman pinjam di BPR dengan bunga yang tinggi.

Meski begitu kita tetap optimistis tapi tetap hati-hati. Masuknya dana dari luar dalam bentuk bond dan equity yang mendorong rupiah naik ke Rp 9100 harus kita syukuri.

Mudah-mudahan fenomena ini bukan portfolio investasi saja tapi investasi yang terus bisa digulirkan di sini karena Indonesia masih merupakan satu tempat investasi yang baik.

Dan ini akan bergulir bukan portfolio investasi tapi benar-benar riil invesment capital manager benar-benar buka pabrik dan sebagainya. Kedua kami harapkan harga minyak akan stabil.

Kenapa mesti harus stabil?

Itu akan bagus buat kita karena pertumbuhan ekonomi akan bagus. Mudah-mudahan dengan BBM sekarang floating dengan harga pasar itu akan bisa merasakan harga BBM juga akan turun, subsidi juga akan turun, seperti juga kemarin yang banyak diributkan TDL ini bisa terselesaikan.

Kenaikan berapa persen TDL yang diterima oleh Hipmi?

Kalau kenaikan sampai 20%, kita masih bisa terima. Karena 20% itu akan berimbas pada kenaikan ongkos produksi antara 5% sampai 10%. Itu mungkin masih bisa dicarikan jalan keluar.

Soal bank sebetulnya apa yang terjadi?

Perbankannya cenderung lebih gampang memberi kredit konsumtif atau yang diklasifikasikan sebagai kredit UKM, padahal kami maunya pada yang lebih produktif misalnya kami mau lakukan trading atau melakukan investasi yang kecil-kecilan seperti small agrobisnis.

Bukankah itu karena kecenderungan tingginya kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) perbankan?

Betul, tapi perlu dilihat NPL perbankan itu dari korporasi. Hitung berapa persen yang kredit dari pengusaha menengah dan kecil. Kecil sekali. Pola pikirnya mesti diubah.

Pemerintah mesti lebih jeli melihatnya bahwa untuk mendorong keberpihakannya pendanaan di sektor riil bukan di sektor konsumtif harus diberikan satu terobosan.

Kalau pakai pakem yang sama bahwa harus ada tiga tahun track record harus untung, punya colateral dan lain-lain tidak ada akan lahir pelaku ekonomi yang nantinya akan menganbil tongkat estafet pertumbuhan ekonomi ke depan.

Jumlah anggota HIPMI yang berkutat di usaha menengah ke bawah?

Hampir 90%, mungkin saya salah satu yang 10% (lalu tertawa)

Persebaran yang 90% itu di mana?

Mayoritas di Jawa, tapi cabang-cabang yang sangat aktif ada di Kaltim, Riau dan Sumut. Kami punya di 32 provinsi, 225 kabupaten. 65.000 anggota. Kalau dihitung sampai umur di atas 40 tahun bisa lebih dari 100.000 orang.

Soal SDM bagaimana?

Ini yang repot, karena temen-temen menganggap ada pendanaan terutama yang dari daerah, saya bilang ini cara pikirnya mesti diubah, yang paling penting itu bukan pendanaan, yang paling penting adalah akses kepada peluang usaha.


Biodata

Nama : Sandiaga Salahuddin Uno
Tempat/tanggal lahir : 28 Juni 1969
Pendidikan Formal :
- Bachelor of Business Administration, The Wichita State University, Kansas, AS, lulus 1990
- Master of Business Administration, The George Washington University, Washington, AS, lulus 92
Pengalaman Kerja
- Summa Group, Jakarta (Mei 1990-Juni 1993)
- Seapower Asia Investment Limited, Singapura (Juli 1993-April 1994)
- MP Holding Limited Group, Singapura (Mei 1994-Agustus 1995)
- NTI Resources Limited, Calgary, Canada (September 1995-April 1998)
- PT Saratoga Investama Sedaya (April 1998- sekarang)

22/2/2006

***

Thursday, October 23, 2008

Tentang Bakrie Inc.

Tulisannya Fadjroel pas banget buat meng-counter berita-berita di halaman utama dan hal finansial Bisnis Indonesia. Jujur, gw enek liat tingkat lakunya Ical yang seenak jidat minta dukungan negara mulai dari suspensi saham Bakrie ampe kondisi membaik trus kucuk-kucuk ngarepin buyback. Makan dulu tuh lumpur!

Gw jadi inget mimik mukanya Purnomo Yusgiantoro dan orang Pertamina yang gw lupa sapa namanya [abis jabatannya juga ga penting2 banget sih] yang saling lempar-lemparan pas di suruh patunga buat bantuin buybuck saham sembilan perusahaan BUMN.

Purnomo : "Kami cuma dapet... triliun tapi abis itu dipotong buat program ini itu lalu fee di tiap WKP. Malah yang masuk ke kantong minus. Mending andelin korporat aja deh kaya Pertamina. Harga minyak yang naik gila2an kemarin bikin reveneu Pertamina naik banget. Nyampe lho Rp15 triliun/tahun. Nah itu lebih realistis buat dimintain patungan buyback"

Pertamina : "Lah memangnya perusahaan-perusahaan itu siapanya Pertamina. Memang kita untung besar selama semester pertama 2008. Tapi kalo memang niat buyback, mendingan kami buybak saham Elnusa yang jelas-jelas anak perusahaan Pertamina,"


***

Posted by: "M. Fadjroel Rachman" :

mfadjroelrachman@ yahoo.com

Mon Oct 20, 2008 9:39 am (PDT)

KITA MESTI MENOLAK SEKERASNYA upaya Aburizal Bakrie
memperalat perusahaan negara untuk membeli saham Bakrie Brothers.
Menteri BUMN keliru kalau mendorong2 BUMN membeli saham tersebut dan
Hatta Radjasa juga keliru mengatakan "dorongan kepada BUMN" untuk
menyelamatkan perusahaan keluarga Aburizal Bakrie sebagai urusan bisnis
dengan bisnis.

ini kali ketiga perusahaan Aburizal Bakrie menjadikan
negara sebagai kongsi dagangnya, pertama BLBI utk 26 usahanya yg
semaput senilai Rp.4,3 Triliun, lalu Lapindo dari APBN senilai Rp.1,3
triliun, sekarang menyelamatkan Bakrie Brothers atas nama nasionalisme
dan bisnis sungguh tak masuk akal sehat lagi, nilainya sekitar Rp.14
triliun (?).

Kesanku Abrurizal Inc. ini sejenis dengan Soeharto Inc. dan memakai negara seolah2 budak beliannya saja.

ini kutipannya dari Jakarta Post
1. State miners PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), PT Aneka Tambang
(Antam) and PT Timah are in talks to seek a way of acquiring up to 35
percent of Bumi, Asia¢s largest coal exporter, estimated at Rp 14
trillion (US$1.45 billion). The firms have also been encouraged by
State Minister for State Enterprises Sofyan A. Djalil to team up with
private companies.
2. State Secretary Hatta Radjasa refuted suggestions the move by the three
state miners was a government-backed rescue deal for the Bakrie family,
insisting any deal between the state miners and Bumi would be under the
business-to- business framework.
Tabik

Fadjroel 2009

Saturday, October 18, 2008

[Sebaiknya] Jangan Nabung di Bank

Lagi mau meralat pemikirannya Jeng Murni Simamora nih. Kalo dari sudut pandang gw, menabung ke bank bukan solusi untuk memperbaiki kondisi Indonesia tercinta kita ini. Knapa? Soalnya sebelum krisis ekonomi global melanda, udah terlalu banyak uang yang parkir di Bank Indonesia (BI). Gw lupa jumlahnya tapi tahun lalu itu ada sekitar Rp200 triliun yang nganggur di bawah BI. Sedih banget soalnya berarti banyak banget orang pasif di Indonesia. Cuma ngarepin bunga.

Padahal kan kalo uang yang kita tabung itu bisa kita puter di dunia investasi, pasti berguna banget buat pembangunan negara. Yah, walau skalanya kecil. Terserah mau dipake buat jualan pulsa kaya bang kris, diputer di pasar saham, jualanan saksang, ato sekedar patungan ama temen2 buat jasa antar-jemput pesanan kebutuhan rumah tangga ala anak2 kosan. Cara ini lebih sehat. Toh iklim investasi dalam negeri masih cukup kuat kok. Sebagian media massa aja yang hobi mem-blow up seakan-akan keadaan sekarang jelek banget dan bakal kiamat. Hehehe, maklum sih soalnya dunia kami lebih menyukai slogan "Bad News is a Good News" ketimbang "educate the world".

Selama kita ga konsumtif, Indonesia masih aman kok. Serangan ekonomi global ini nyerang negara-negara berkembang seperti AS dan Eropa kok. Ga terlalu nyerang negara berkembang seperti Indonesia.

Intinya? Jangan panik.. Jangan konsumtif. Kalo ga perlu2 banget, mending jangan kredit barang2. Sejak BI naikin suku bunga 25 basis poin, suku bunga perbankan naik 2%. Jadi ga cuma suku bunga tabungan, deposito, dan giro yang naik. Bunga kredit mobil, motor, rumah, de es be juga ikut naik. Itu akal2an bank [yang sebenernya jahat] buat ngerayu masyarakat nimbun duit di bank. Skali lagi, sayang banget kan!!

Monday, July 7, 2008

100 Orang Paling Berpengaruh Versi Time Magazine


Hehehe baru nemu sekarang. Jadi pengen mosting ke blog. Iya bener, ada nama2 yang ajaib ke jajaran orang berpengaruh tahun 2007 versi Times. Tapi itu hak mereka sih dan ini nama-nama nya:


Pemimpin dan Revolusionaris

Raja Abdullah bin Abdul Aziz al-Saud
Archbishop Peter Akinola
Omar Hassan al-Bashir
Pope Benedict XVI
Osama bin Laden
Michael Bloomberg
Raul Castro
Hillary Clinton
Queen Elizabeth II
Sonia Gandhi
Hu Jintao
Ayatullah Ali Khamenei
Liu Qi
Tzipi Livni
Angela Merkel
Barack Obama
Nancy Pelosi
General David Petraeus
Condoleezza Rice
John Roberts
Arnold
Schwarzenegger

Pahlawan dan Pionir

Maher Arar
Wesley Autrey
Tyra Banks
Warren Buffet
Youk Chhang
George Clooney
Tony Dungy
Elizabeth Edwards
Drew Gilpin Faust
Roger Federer
Michael J. Fox
Timothy Gittins
Thierry Henry
Garry Kasparov
Amr Khaled
Judith Mackay
Chien-Ming Wang
Oprah Winfrey
Zeng Jinyan


Ilmuwan dan Pemikir

Paul Allen
Chris Anderson
Elizabeth Blackburn
Richard Dawkins
Frans de Waal
Al Gore
Monty Jones
John Mather
Douglas Melton
Steven Nissen
Tullis Onsott
Svante Paabo
Lisa Randall
Klaus Schwab
Kari Stefansson
Alan Stern
Neil deGrasse Tyson
J. Craig Venter
Nora Volkow


Artis dan Penghibur

Cate Blanchett
Sacha Baron Cohen
Leonardo diCaprio
Alber elbaz
America
Ferrera
Tina Fey
Simon Fuller
Brian Grazer
John Mayer
David Mitchell
Kate Moss
Youssou N’Dour
Anna Netrebko
Rosie O’Doneell
Brad Pitt
Shonda Rhimes
Nora Roberts
Rick Rubin
Martin Scorsese
Justin Timberlake
Kara Walker
Brian Williams


Pendiri dan Raksasa

Bernard Arnault
Richard Branson
Rhonda Byrne
Steven Cohen
Clara Furse
Ho Ching
Chad
Hurley & Steven Chen
Steve Jobs
Ken Lewis
Erik Lie
Pony Ma
Lakshmi Mittal
Shigeru Miyamoto
Michael Moritz
Indra Nooyi
Cyril Ramaphosa
Philip Rosedale
Stephen Schwarzman
Katsuaki Watanabe


(http://www.time.com/time/specials/2007/time100)



Wednesday, July 2, 2008

Ada 13 Nama Bule di Jalan Kota Bandung


Di Bandung ada kurang lebih 13 nama orang asing yang berjasa bagi ilmu
pengetahuan dan teknologi, akan tetapi ada beberapa nama yang penulisan
namanya masih kurang tepat atau salah dan tidak lengkap -mungkin ketidak
lengkapan dapat di terima, karena memang terlalu panjang. Kita mulai dari
pusat kota: jl. Marconi, Nama lengkapnya Giuglielmo Marconi penemu *wireless
telegraph* (1896), menerima hadiah Nobel bidang Fisika tahun 1909. Jl.
Morse. Nama lengkapnya Samuel Finley Breese Morse. Morse lulus dari Yale
University pada tahun 1810, adalah penemu dan pengembang telegraph
electronik, Morse juga dikenal sebagai pencipta Morse Code, Morse dikenal
juga sebagai pelukis yang cukup terkenal di Amerika.

Jln. Van de Venter dari Van De Venter, tokoh politik etis atau politik
balas budi, karena beliau lah edukasi moderen di introdusir di Hindia
Belanda yang kemudian melahirkan para intelektual Bumiputra. Kemudian di
sekitar jalan Dipatiukur, Jl.Rd Patah terselip jalan Multatuli, tidak lain
dari Douwes Dekker tokoh pergerakan nasional, pendiri Indische Partij,
seorang Indo yang sangat berpihak pada rakyat Indonesia.

Nah, ketika kita sampai ke Jl Dr. Setiabudi, orang lupa siapa beliau? Dr.
Danoedirdja Setyaboedi adalah pahlawan nasional, dan pernah lama tinggal
di salah satu rumah di jalan Dr.Setiabudi. Dulu Jl.Dr.Setiabudi bernama
Lembang Weg. Penulisan namanya pun beragam, Setia Budi, Setyabudi,
Setiabudhi, dll. Kini Jl. Setiabudi identik dengan Jl. Rumah Mode, yang
selalu macet dikala weekend.

Jl. Prof. Eijkman, nama lengkapnya Christiaan Eijkman dokter lulusan
Universitas Amsterdam, kemudian bertugas di Hindia Belanda tahun 1883-1885,
meneliti bakteri penyakit beri-beri bersama Robert Koch, Prof. Eijkman
pernah menjadi direktur laboratorium patologi dan bakteriologi STOVIA
(sekolah dokter pertama di Indonesia yang melahirkan tokoh tokoh perintis
kemerdekaan Indonesia), puncak prestasi nya adalah ketika Eijkman menemukan
Vitamin B1 (Thiamine), mendapatkan hadiah Nobel untuk bidang Kedokteran
tahun 1929, Eijkman menjadi guru besar di Utrecht University.

Jl.Dr. Currie, ini Currie yang mana? Marie Currie atau Pierre Currie? Marie
Currie, adalah istri dari Pierre Currie, sebelum menikah dengan Pierre
Currie ia bernama Maria Sklodowska ( Polandia ), Marie Currie adalah wanita
pertama penerima Hadiah Nobel, dan dua kali mendapatkan Nobel untuk dua
bidang ilmu yang berbeda, tahun 1903 bersama Hendri Becquerel dan Pierre
Currie mendapat Nobel untuk bidang Fisika. Pada tahun 1911 Marie Currie
mendapatkan Nobel untuk bidang Kimia, Marie Currie terkenal dengan
penelitian dan penemuannya mengenai radioaktif dari uranium, Marie Currie
adalah professor wanita pertama yang mengajar di Universitas Sorbone Paris,
dan mendirikan Radium Institut (institut du Radium) di University of Paris.
Marie Currie wafat karena Luekimia yang disebabkan karena radioaktif/radiasi
yang mana ia jadikan bahan penelitiannya, untuk mengenang dan menghormati
jasanya pemerintah Perancis pada tahun 1995 telah menyimpan abu jenazahnya
di Pantheon Paris, dan Bandung mengenang jasa nya dengan menamakan salah
satu jalannya dengan nama jalan Currie,

Jalan Dr. Erlich, seharusnya Ehrlich, nama lengkapnya Paul Ehrlich, dokter
lulusan Universitas Leipzig Jerman, merintis penelitian dalam bidang
Hematologi, imunologi, Chemotherapy dan Sterilisasi mendapat hadiah Nobel
untuk bidang Kedokteran pada tahun 1908.

Jl.Nyland , dari Dr. Nijland, nama lengkapnya Anton Albert Nijland adalah
penemu vaksin kolera (1911). Jl. Dr. Westhoff, seorang ahli mata, yang
berjasa mendirikan rumah sakit mata dan panti untuk orang buta di Bandung
(sekarang menjadi Wiyata Guna, jl.Pajajaran)

Jl.Rontgen nama lengkapnya Wilhelm Conrad Rontgen (1845-1923), Guru Besar
Fisika di Universitas Strasbourg, Giessen, Wurzburg dan Munich, penemu sinar
X. Penemuannya memberikan kontribusi yang luar biasa bagi dunia kedokteran.

Jl.Dr Otten, Dr. L.Otten menemukan vaksin pes (sampar) pada tahun 1934,
juga vaksin cacar (1917) ketika bertugas di Hindia Belanda. jl.Bosscha,
Nama lengkapnya Karel Rudolf Bosscha,pada tahun 1923 bersama *Nederlandsch
Indische Sterrenkundige Vereeniging* (perkumpulan ahli asronomi Hindia
Belanda) mendirikan peneropong bintang di Lembang yang kini dikenal dengan
Observatorium Bosscha, yang keberadaannya saat ini mulai terganggu dengan
maraknya pembangunan fisik di sekitar Bandung Utara dan Lembang.

Jl. Pasteur, kerap dilafalkan jalan Pastur, dan banyak orang
mengasosiasikannya dengan pendeta katolik. Nama lengkapnya Louis Pasteur
(1822-1895), sangat berjasa dalam bidang iptek, kedokteran dan indusrti,
penemu vaksin rabbies, antrax, dan penemu proses pasteurization, Pasteur
mendapatkan gelar PhD pada usia 26 tahun dari *Ecole Normale Superieure *Paris,
Bio Farma adalah salah satu lembaga yang terus mengembangkan vaksin, yang
dasarnya adalah penemuan dari Louis Pasteur.



Sumber bacaan : Encyclopaedia Britanica (2006), Winkler Prins Geillustreede

Encyclopaedie (1921), Sejarah Nasional Indonesia (1983), Stad in Beeld
Erasmus Taalcentrum (2006), dan Buku Kuncen Bandung Kang Harry Kunto (Alm)**

* *

By : Rizki W Soemadipradja
Dosen Hukum Pranata Pembangunan (Arsitektur Itenas) dan HaKI (Desain Produk
Itenas)
Taken From Milis SIndo Jabar




Hmm, ini ada foto udara yang gw ambil pas perjalanan pulang dari Adi Sucipto Jogja ke Husein Sastranegara Bandung.
Kira-kira ada ga ya yang bersedia nyari tau dimana letak ketiga belas jalan itu?
^-^

Sunday, September 30, 2007

Persib For Sale, Just Rp15 Billion Only!

Beberapa hari lalu, ada kalimat Asda III Pemkot Bandung Tjutju Nurdin yang membuat kami para kuli tinta ini mendongak keheranan tidak percaya. Dalam Rapat Paripurna jawaban atas pandangan umum legislatif, Tjutju mengatakan kalo Pemkot siap menjual Persib dengan harga Rp15 miliar.

Katanya sih ini ide manajemen Persib setelah melihat tindakan manajemen PSMS Medan. Pemkot sana sepertinya tidak tahan juga atas dampak kebijakan sakti bernama Permendagri No 13/2006. Gara2 peraturan yang satu itu, semua klub sepakbola di Indonesia kelabakan karena hampir semua klub sepakbola itu nyusu sama APBD. Seharusnya sih, mendagri ngelarang APBD membiayai olahraga apapun.

Secara pribadi, gw setuju luar biasa. Abisan, Persib itu parasit yang ngabisin duit banyak bgt. Liat aja selama APBD murni 2007, Persib itu udah dapet jatah Rp15 miliar. Trus sekarang minta nambah lagi Rp7,5 miliar di anggaran perubahan. Serius gw benci bgt ama Persib dan sepakat untuk terus bikin tulisan sampe Persib bener2 dijual. Opik pun setuju...

Gw ga peduli walau Nino negor soal pemikiran gw yang satu ini. Meski mengaku bukan pencinta Persib, Nino khawatir Persib bisa mati. Soalnya dia sempet menyaksikan masa-masa kehancuran Bandung Raya. Klub kebanggaan masyarakat Bandung masa lalu ancur berkeping-keping karena dijual ke perusahaan swasta.

”Daripada nyorotin Bandung mendingan liatin tuh bantuan sosial. Jumlahnya gede banget ampe puluhan miliar tapi penerimanya ga jelas siape aje. Mending Persib ato bawaku makmur dah...” komentar Nino-ku itu. Phhhuffffphhh... gini nih kalo dah ngomong ama pengamat APBD.

Tuesday, July 17, 2007

Huiks...Duhai Buslane (or whatever ur name!)
























Huiks..bus-bus ini....


Walaupun serupa dengan metro mini yang sering menjadi tumpangan semasa mejadi prajurit putih abu-abu, aku tidak rela sekali melihat busway ala Bandung alias Trans Metro Bandung ini nangkring penuh sepi. Bus-bus itu cuma ditemani sama burung (atau kelelawar ya?) yang sering menjatuhkan kotorannya ke atas bus, laba-laba yang gemar membuat sarang dan angin penuh debu.



Huiks lagi...
Padahal, uang miliar rupiah dah masuk
ke dinas yang dikepalai sama sodara satu kampung halamannya aku.
Padahal, supir2 damri dan angkot yang kecil2
udah mulai pada rela melikuidasikan kendaraan yang menjadi sumber hidupnya.

Padahal, pemda pimpinan Dada yang paling besar di dunia itu sudah PD sekali membuat tulisan " jalur TMB" di jalan yang sampe sekarang belum diijinin pusat buat jadi tempat maennya proyek yang kata orang PR bilang "buslane" (sementara redakturku sempat dengan bawelnya bertanya: "emang di kamus ada kata BUSLANE ya?).




Huiks...

Jadi kapan nih?

Kapan Bandung punya bus kaya di jakarta (walaupun di pemda-nya sutiyoso mulai menutup bbrp jalur busway karena, ktnya, malah ngerugiin ) ??

Kapan ya?
Hmm...may.....

May be yes May be no!

(emangnya Ringgo?)