Showing posts with label health. Show all posts
Showing posts with label health. Show all posts

Saturday, July 5, 2014

Appendix Time : Tips & Trik Usus Buntu

Appendix Time jilid dua. Sebelum postingan ini, gw membahas suka dan duka pengalaman gw menjalani usus buntu. Na, pada postingan ini gw mau memberikan tips dan trik seputar appendix. Semoga bermanfaat bagi kalian semua yang belum mengalami kerusakan usus buntu dan juga untuk kalian yang justru tengah mengalaminya. Toss dulu ya!
Appendix atau usus buntu merupakan organ pencernaan yang letaknya di bagian bawah kanan perut kita. Jika kita lihat dari bagian dalam perut, usus buntu terletak berdekatan dengan usus  besar, kantung empedu, ginjal, saluran kencing, dan sel telur sebelah kanan (untuk perempuan). Bentuk usus buntu itu seperti umbai cacing ya bergelantungan di usus besar.

Mitosnya, usus buntu itu tidak memiliki peran bagi tubuh manusia. Mitosnya lagi, kebanyakan memakan biji-bijian seperti biji cabe atau biji jambu klutuk dapat menyebabkan penyumbatan di usus buntu. Masih berdasarkan mitos, kerusakan usus buntu dapat terlihat secara kasat mata ketika seseorang tidak bisa meliat kaki sebelah kanannya ke arah atas.

Nah itu sih mitos. Dari sejak kecil gw sering banget mendengar mitos tentang usus buntu. Pengalaman terkena appendix kronis pada Juni 2014 menjadi momen buat gw untuk membuktikan kebenaran mitos-mitos tentang usus buntu. Terimakasih kepada Dr. Gregrorius Daddy dari RS Panti Rini, Kalasan Yogyakarta, dan Dr. Puji Lestari dari RS Bethesda, Yogyakarta, yang telah membagikan beberapa informasi di bawah ini. Gw menambahkan beberapa bahan literatur dari internet untuk melengkapi penjelasan mereka.

Tips Trik SEBELUM Terkena Kerusakan Usus Buntu :
1.      Hindari mengonsumsi makanan yang mengandung biji-bijian secara utuh. Terutama jika biji-bijian itu sulit hancur. Buat gw patokannya gini. Kalau makanan atau biji itu sering nempel di gigi dan bentuknya tetap utuh sekalipun sudah ‘bersarang’ lebih dari satu hari di sela-sela gigi, nah itu makanan bahaya. Tips ini pas banget sama kita-kita yang rada males gosok gigi makanya sering kemasukan benda-benda asing macam biji cabe, biji jambu klutuk, biji wijen, dan lain sebagainya. Hahaha.. Logikanya gini aja sih. Di gigi yang kekuatan melumatnya kuat sekali aja itu benda sulit hancur, apalagi di dalem organ pencernaan kita. Biji-bijian itu bisa diprediksi bakal duduk manis sampai membusuk dan mengeras di usus buntu kita.
2.      Makan serat yang banyak. Terserah mau serat alami atau serat buatan. Serat alami itu berasal dari sayur, buah, gandum-ganduman, rumput laut, dan lainnya. Sementara itu serat buatan seperti Vegeta dan sebagainya. Serat ini berfungsi untuk membantu tubuh melumatkan sisa makanan hasil pencernaan menjadi kotoran. Semakin banyak serat yang kita konsumsi, semakin lunak kotoran pup kita. Buang air besar lancar jaya tanpa perlu ngeden gila-gilaan agar pup keluar.
3.      Rutin pup atau buang air besar (BAB). Susah pup atau bahkan gilanya lagi pup sampai berdarah, itu tandanya kurang serat. Ikutin tips nomer 2 di atas. Kotoran yang bertahan lama di saluran pembuangan kita lambat laun akan menyumbat usus buntu kita.
4.      Cenut-cenut di perut bawah kanan atau di pinggang kanan bawah. Rasa cenut-cenut itu merupakan sinyal ada ketidakberesan pada usus buntu kita. Apalagi jika sering demam, merasa mual, dan muntah. Segera periksa ke dokter di klinik, puskesmas, atau rumah sakit kepercayaan kita. Ga usah ngeyel itu bukan gejala usus buntuk karena kita masih bisa menekuk lutus kita ke atas. Itu mitos yang tidak sepenuhnya benar. Semuanya bergantung arah posisi usus buntu kita. Kalau memang mengarah ke arah tertentu, usus buntu terasa sakit ketika kita menekuk lutut. Rasanya seperti kejepit kali ya.

Gejala-gejala usus buntu bisa kalian lihat di sini. Pembahasannya sederhana. Info dari website ini dapat jadi pertimbangan ketika usus buntu kita ada apa-apanya. Hayo silahkan diklik dulu link tadi ya.


Tips & Trik SETELAH Terkena Kerusakan Usus Buntu :
1.      Positif usus buntu kita rusak? Oke gak apa-apa. Harus tetap semangat dan optimis. Usahakan minta pendapat dari lebih dari satu dokter. Cek rongten, USG, dan laboratorium untuk memastikan kerusakan usus buntu. Persamaan pendapat dari beberapa dokter bisa menjadi panduan kita melangkah ke tahap selanjutnya. Ingat ya, harus lebih dari satu dokter karena tindakan operasi usus buntuk bukan hal sepele lho!
2.      Segera lakukan operasi. Jangan tunda-tunda. Mengapa? Ada dua alasannya. Pertama karena kerusakan usus buntuk dipastikan akan bertambah ketika tidak ada penanganan. Usus buntu kita akan semakin meradang, membiru, menghitam, bernanah di dalam, dan akhrinya pecah. Dor! Coba bayangin ada serpihah usus buntu penuh nanah di sekeliling tubuh kita. Hiyyy serem kan.
3.      Don’t worry be merry. Operasi usus buntu bukan operasi besar-besar banget. Ada berbagai pilihan operasi usus buntu. Kita dapat memilih teknik pemotongan atau laser. Ada yang perut hanya dibedah sebesar lubang berdiameter sekitar 1 cm. Ada juga yang dibedah agak panjang hingga sekitar 10cm. (Itu saya!) Rasanya seperti operasi Caesar. Hahhaha.
4.      Tarif operasi pun bervariasi. Kalau di Jogja, biaya operasi usus buntu mulai dari Rp4 jutaan. Kebetulan kemarin saya operasi di RS Bethesta yang tariff operaasinya Rp4.9 Juta. Tarif operasi di RS Panti Rini itu berkisar Rp6,5-7,5 juta. Gw sempet survey di internet. Harga di beberapa rumah sakit di Jakarta dan sekitarnya juga tidak jauh berbeda. Tapi syarat dan ketentuan berlaku ya. Bersyukurlah kalau kalian punya asuransi seperti BPJS, Jamsostek, Kartu Jakarta Sehat. hingga asuransi perusahaan kelas wahid. Sekalipun tidak, coba cek siapa tahu rumah sakit punya pelayanan sosial untuk membantu pasien. Di RS Bethesda, mereka menyediakan bantuan bagi pasien yang kesulitan biaya karena beragam alasan. Terimakasih dariku yang besar banget untuk Bethesda Care. Lembaga ini mengumpulkan dana dari berbagai pihak untuk disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan.
5.     Jaga pola makan dan minum. Lihat deh daftar makanan dan minuman yang sebaikan kita konsumsi pada website ini dan ini juga. Lumayan juga buat referensi nih.
6.      Jangan beraktifitas berlebihan sampai kita yakin dan percaya tubuh kuat. Bekas operasi di kulit luar kita memang cepat menyatu dan kering. Namun di bagian bawah kulit, hohoho… penyembuhannya agak lama karena perut kita terdiri dari berbagai lapisan daging. Semakin buncit perut kita, semakin tebal lapisannya, dan semakin lama pula proses penyatuannya.    
7.      Tetap semangat dan bergembiralah. Hati yang gembira adalah obat yang paling manjur untuk kembali pulih.

Oke itu dia info tentang usus buntu. Semoga bermanfaat ya :D 

Appendix Time di Bethesda

Appendix.. Yes, appendix! Gara-gara appendix gw mendapatkan momen luar biasa di sepanjang Juni kemarin. Saat dimana sebenernya gw dan Ruben berencana merayakan hari jadi pernikahan kami yang kedua di suatu tempat romantis seperti Kaliurang yang sejyukk atau di Pantai Kukup kesukaan kami di kawasan Gunungkidul sana. Saat dimana gw dan Ruben justru malah merayakan kedahsyatan pertolongan Tuhan di Bethesda, Yogyakarta.

Sebelum mulai cerita, gw mau jelasin pelajaran IPA jaman SD dulu. Apendix itu usus buntu yang letaknya di perut bawah sebelah kanan. Mitos yang tertangkap di pikiran gw, appendix itu merupakan suatu organ pencernaan yang tidak ada fungsinya tapi berakibat fatal kalau tidak dipelihara dengan baik. Appendix berbentuk kantong kecil seperti umbai cacing. 

Sekalipun kecil, appendix tidak boleh terisi dengan benda sekecil apapun. Fatal akibatnya kalau sampai tersumbat. Solusinya hanya satu. Dipotong! Terlambat beberapa saat, appendix bisa meradang lalu bernanah dan akhrinya pecah. Serpihannya usus buntu dan benda-benda yang melekat di dalam usus buntu akan mengotori organ lain di sekitarnya. Sebut saja empedu, ginjal, saluran kencing, dan yang ditakuti wanita adalah kerusakan pada sel telur sebelah kanan. 

Wuihh! Ngeri juga kan ya. Nah itulah pelajaran yang gw terima ketika gw divonis usus buntu pas pertengahan Juni kemarin. Gw kaget, lemes, lesu, tak bergairah, dan sebagainya ketika mendengar vonis yang sama dari tiga dokter di tempat yang berbeda. Jauh sebelum mendapat kepastian ini, kesehatan gw memang menurun luar biasa drastis. Ga ada makanan yang bisa masuk sejak awal Juni lalu. Bawaannya mual dan muntah. Demam naik turun serta mudah merasa letih ketika beraktifitas di luar rumah. Beberapa orang sempat berharap gw "isi" tapi ternyata bukan. Hehehe.. 

Tapi Puji Tuhan karena akhirnya semua bisa teratasi dengan sempurna. Aku menjalani operasi usus buntu pada Selasa (17/6) sore. Waktunya hampir bersamaan dengan Alemyta Ginting, rekan sekerjaku di Kelas Pra Remaja Pos Jemaat Adisucipto. Kak Myta juga harus menjalani operasi cabut dua gigi bungsu. Kedua gigi itu jadi biang kerok penyebab migrainnya yang semakin menggila dari hari ke hari.

Sekali lagi, penyertaan sempurna! Gimana enggak coba. Tuhan Yesusku tersayang menolong gw melalui semua orang di sekitar gw. Rasanya gw seperti ada di rumah Cimanggis. Dukungan datang tanpa henti sampai dengan hari ini, Sabti 5 juli 2014. Banyak sekali orang yang menggantikan peran sebagai mama, bapak, adik-adik, dan sodara-sodara selama gw dirawat lima hari di RS Bethesda Yogyakarta. 

Terharu banget ketika terutama ketika para majelis dan jemaat di GKI Gejayan Pos Jemaat Adisucipto bergotong-royong membantu agar biaya pengobatan yang harus kami tanggung tidak terlalu besar. Maklum, kami belum sempat mengurus asuransi kesehatan, BPJS, atau apapun itu. Semakin terharu karena mereka terus berdatangan ke Bethesda. Mereka yang tidak sempat datang juga mendoakanku dan terus bertanya kabarku melalui telepon, pesan singkat, serta dunia maya. Bahkan rekan kerja Ruben di Lendis juga datang. Rasanya, aku tidak berada di perantauan tapi berada di rumah! Ah Tuhan, mereka luar biasa sekali. Terimakasih atas mereka semua. Berkati mereka lebih dan lebih lagi dari apa yang telah mereka miliki saat ini.

Semuanya semakin terasa indah karena tiba-tiba mama dan bapak mampir ke Jogja. Mereka ternyata harus kondangan ke Surabaya dan memutuskan mampir di Jogja setelah acara selesai. Senaaangg karena mereka akhrinya ke Jogja. Senaaaaangg karena mereka mendukung gw. Mereka mau gw ajak ikut Retreat Pra Remaja di Kaliurang kemarin. Hahaahaha... 

Last but not least. Thank you soooooo much for my only one Ruben Frederik Knehans Hutahaean. The imperfect husband who completes my life in HIS perfect ways. Thank you for staying with me in every fantastic days and nights. Thank you for taking my roles in my absences. Thank you for praying me continuously. You complete me. Love you in our past, present, and future.