Showing posts with label 25 Hari Bersyukur. Show all posts
Showing posts with label 25 Hari Bersyukur. Show all posts

Sunday, January 29, 2017

25 Hari Bersyukur : The Abangs ke Jogja

Hari ke 6 - The Abangs ke Jogja

Masih tentang 25 Hari Bersyukur, kali ini tentang pertemuan dengan mereka. The Abangs! Di Jogja pula. Kesempatan langka.

Saya sedang menantikan penampilan penampilan Paduan Suara Mahasiswa Ukrim di Natal BKSGK Sleman saat tiba-tiba Mama Rinta beri kabar tentang para abang yang mencoba meraba jalan dari Salatiga menuju Jogja. Seketika itu juga buyar rencana untuk menikmati indahnya komposisi vokal dari teman-teman pemuda. Btw, Alfa ganteng sekali dengan kemeja biru tua menyala, dasi hitam minimalis, dan celana slim fit hitam. Wkwkwk... Tiba-tiba saya ngeh maksud Ruben tentang "pesona" Alfa. Hahahaha..

The Abangs yang datang kali ini adalah Mas Alex & Mas Johnny. Pasukan cukup lengkap. Ada Mbak Tika, Putri, Astrid, dan Lily. Ada Mbak Wiwik, Rangga, Anggi, dan juga si mungil Aldi. Rame! Mereka baru selesai resepsi nikahan Alfred di Kendal. Selamat menempuh hidup baru ya, fred!

Kumpul, kumpul, kumpul. Ngantuk langsung buyar begitu ada ayam goreng bacem. Cuma mama yang tidak bergeming sama cemilan berat penuh kolesterol tapi penuh godaan itu. Hahaha..

Duh, maaf ya kami menjamu ala kadarnya. Tapi kami seneng bisa kumpul dengar The Abangs. Obrolan, kumpul-kumpulnya, dan jalan-jalannya pasti belum puas. Makasih juga sudah nyamper ke tempat kerjaku.

Kapan-kapan kalau waktunya pas, kita muterin Jogja lebih lama ya. Jajal kuliner lain. Foto-foto di spot lain yang keren di Jogja.

-Peluk sayang dari kami di Jogja-

Wednesday, December 7, 2016

25 Hari Bersukur : Hari ke 4

"B'ri syukur, b'ri syukur, b'rilah syukur selalu 
Susah ataupun senang b'ri sykur
Panjatkan doamu, setulus hatimu
KasihNya kini jadi milikmu"


Tulisan ini rangkaian dari 25 Hari Bersyukur yang terinspirasi dari kuis Pdt. Ratna Indah Widhiastuty dimana saya gagal dengan suksesnya. Saya pun menantang diri saya sendiri untuk berdamai dengan pikiran dengan cara menuliskan 25 hal baik maupun kurang baik dalam hidup saya. Sungguh, saya bersyukur dengan semua hal tersebut!



25 Hari Bersyukur : Hari ke 4 - PMI Bantul 

Serius, saya bersukur untuk PMI Bantul yang telah hadir menghiasi hidup dan pekerjaan saya. Kalian adalah PMI paling kece yang pernah saya temui. Kalau penasaran kok bisa ya mencantumkan nama PMI Bantul sebagai salah satu dari 25 hal di dunia ini yang sangat saya syukuri, silahkan berkunjung ke ke tulisan saya yang satu ini : Mengenal PMI Bantul.

Selamat berkunjung! Ulasannya bertahap akan saya perbarui. Ternyata foto-foto pendukung belum tersimpan di laptop pribadi saya jadi belum dapat dipublikasikan. Sementara saya masukkan foto narsis ini dulu. Hehehe.. 

Foto dulu ah sama tim medis PMI Bantul yang tertugas pada Donor Darah & Pengobatan Gratis
di GKI Gejayan Bakal Jemaat Adisucipto, Minggu 4 Desember 2016


25 Hari Bersyukur : Hari Ke 3

"B'ri syukur, b'ri syukur, b'rilah syukur selalu 
Susah ataupun senang b'ri sykur

Panjatkan doamu, setulus hatimu
KasihNya kini jadi milikmu"


Tulisan ini rangkaian dari 25 Hari Bersyukur yang terinspirasi dari kuis Pdt. Ratna Indah Widhiastuty dimana saya gagal dengan suksesnya. Saya pun menantang diri saya sendiri untuk berdamai dengan pikiran dengan cara menuliskan 25 hal baik maupun kurang baik dalam hidup saya. Sungguh, saya bersyukur dengan semua hal tersebut!

25 Hari Bersyukur : Hari ke 3 - Persahabatan

Saya itu menyenangkan sekaligus menyebalkan. Beruntung, saya selalu dikelilingi orang-orang baik. Mereka tidak banyak tapi cerita saya bersama mereka abadi seperti prasasti. Aheuy! Seiring dengan berjalannya waktu (tua), jumlah sahabat semakin berkurang. Ya sebenarnya ini salah saya juga sih. Saya makin lama makin introvert. Entahlah sindrom apa ini. Oke, mari mengingat mereka para orang-orang baik yang pernah dan masih singgah di hidup saya.

Pada masa sekolah dasar, ada .... Duh kok lupa ya. Maapkeun.. 

Lalu di masa SMP - SMA itu siapa ya yang masih kontak sampe sekarang? Kecuali Ruben yaa.. Dia lepas dari hitungan. Hmm.. Sebagian besar berteman di media sosial saja. Setiap jempol dan komentar kalian tetap membuatku tersenyum lalu berkata dalam hati : "Ih mereka masih inget!".

Datanglah kemudian masa-masa indah di Jatinangor dan Bandung. Ada kalian semua teman-teman di Jurnalistik Unpad dan Perkantas Jatinangor. Ada F4 Kostan Green Hills, Janda-Janda Arjuna, Cherishta, Permen, lalu orang-orang cihuy sesama jurnalis Bandung. Terutama kalian Keluarga Besar Koran Sindo Jabar Edisi Surapati 14 atau Aceh 62, kalian adalah sahabat sekaligus keluarga pertama yang jadi tempatku bertarung di dunia jurnalistik tegangan tinggi alias "jurnalistrik". 

Pindah ke Jogja, saya juga sempat tempat kerja yang banjir sahabat. Baik itu rekan sesama guru, atau murid, hingga orangtua, banyak orang baik yang tulus di Palm Kids School. Senang rasanya melihat kemajuan mereka semua. Begitu juga keluarga besar GKI Gejayan dan Pos-Pos Jemaat-Bakal Jemaat Adisucipto.

Saat ini pun saya juga kebanjiran orang baik di tempat saya bekerja. Yah, memang sih tempat saya bekerja itu gereja. Sudah sewajibnya dong orangnya baik-baik. Ya... banyak juga orang yang "menyeramkan". Justru sebenernya saya ngeri sama orang-orang yang "agamis" lho... Apapun itu agamanya. Mendekatlah sama mereka yang mengikuti Tuhan dan menjauhlah sama mereka yang mengikuti agama. Sekali lagi apapun itu agama mereka dan apapun itu tuhan mereka.

Kalau memang beruntung, mau dimana pun kita ada pasti ketemu aja deh orang-orang yang mau bersahabat sama kita. Entah itu di tempat ibadah, di tempat prostitusi, di jalanan, di tempat kerja, di tempat studi, di lapangan, di diskotik, di gunung yang tinggi, hingga di lautan yang luas. Sahabat pasti ada! Mereka tidak perlu dicari tapi dipelihara. 


Terimakasih untuk semua pelukan, dorongan, hingga "tamparan" kalian, sahabat-sahabatku. Saya tahu kalian semua baik sekali sama saya.

Picture taken from here 



Saturday, December 3, 2016

25 Hari Bersyukur : Hari ke 2

"B'ri syukur, b'ri syukur, b'rilah syukur selalu 
Susah ataupun senang b'ri sykur
Panjatkan doamu, setulus hatimu
KasihNya kini jadi milikmu"

Tulisan ini rangkaian dari 25 Hari Bersyukur yang terinspirasi dari kuis Pdt. Ratna Indah Widhiastuty dimana saya gagal dengan suksesnya. Saya pun menantang diri saya sendiri untuk berdamai dengan pikiran dengan cara menuliskan 25 hal baik maupun kurang baik dalam hidup saya. Sungguh, saya bersyukur dengan semua hal tersebut!

25 Hari Bersyukur : Hari ke 2 - Keluarga

Saya seorang Panjaitan, yang menikah dengan pria dari keluarga Knehans, yang diberi kehormatan menyandang marga Hutahaean. Bisa dibayangkan kan betapa besarnya keluarga saya.

Panjaitan (dari Bapak). Siahaan (dari Mamak). Knehans (dari Papa Mertua). Sastrosoekotjo (dari Mama Mertua). Hutahaean (dari Keluarga Angkat Ruben).

Banyak! Mereka semua baik dengan segala Keunikannya. Saya bersyukur punya keluarga yang "Bhineka Tunggal Ika" banget.

Lepas dari semua, saya sangat bersyukur dengan tiga orang ini :

Ini foto saya dengan kedua adik tercihuy sedunia. Kini kami terpisah di tiga kota yang berbeda. Saya dan suami di Jogja, Andi dan istri di Jakarta, lalu Hera di Bandung.

Dengan semua kelebihan dan kekurangan yang ada pada kami bertiga, saya sungguh bersyukur dianugrahi persaudaraan ini. Saya teringat doa sederhana tiga sahabat yang merupakan penduduk pribumi di suatu pedalaman Afrika ketika diajarkan tentang doa yang baik oleh seorang misionaris. Doa tulus dalam hati.

"Kami bertiga, Kamu bertiga, terpujilah namaMu. Amin."

Friday, December 2, 2016

25 Hari Bersyukur : Hari ke 1

Pengantar :
Sebutkan 25 hal yang saat ini kamu syukuri? Pertanyaan sederhana dari Bu Ratna Indah Widhiastuty di Persekutuan Karyawan GKI Gejayan, Kamis (1/12). Selesai! Saya kaget ketika teman-teman lain berhasil menuliskan lebih dari 5 poin dalam kurun waktu sekitar 2.5 menit. Bahkan Pak Paulus Lie & sepetinya Kak Irmanda Y. Saroinsong mencapai 15 poin. Sementara saya hanya 4 poin. Itu pun sebenarnya hal ke 4 belum selesai kata-katanya jadi bisa dibilang skor saya 3.5 poin.

Oh tidak! Saya terkejut betapa ternyata saya terlalu sibuk dengan pikiran saya sendiri sampai lupa mensyukuri hal-hal baik di sekeliling saya. Lalu sepanjang hari itu saya merenung, parah sekali kamu, Epoy! Oke saya menantang diri saya sendiri untuk setiap hari menuliskan 25 hal yang saya syukuri dalam hidup. Menulis dimulai! *sambil kibar bendera start*

Eh tapi nyanyi dulu lah kita:
"B'ri syukur, b'ri syukur, b'rilah syukur selalu
Susah ataupun senang b'ri sykur
Panjatkan doamu, setulus hatimu
KasihNya kini jadi milikmu"

Hari ke 1 : Bersyukur untuk Teman Hidupku

Terimakasih Tuhan untuk Ruben Frederik Knehans, teman hidupku. Oiya, kemarin dia ulang tahun ke 33. Selamat hari AIDS! Hehehe.. Selamat ulang tahun ya, yang. 

Terimakasih Tuhan Yesusku untuk Ruben. Teman hidupku di masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Terimakasih sudah memilihkan dia yang tidak sempurna itu untuk jadi teman hidupku. Ketidaksempurnaan kami membuat kami cuma bisa berserah sama Tuhan untuk melangkah di dunia pernikahan yang mirip arena sirkus ini.

Terimakasih karena saya bisa tertawa, menangis, diam, marah, histeris, berusaha, meraih mimpi, bermalas-malasan, melayani Tuhan, sakit, mengalah, berjuang, menggemuk,  dan menua bersama Ruben. Tanpa Ruben, saya tidak bisa menjadi dynamic duo. I love you, Ben!