Thursday, February 11, 2016

Kill The Messenger : Ketika Berita Seksi Bukan Segalanya

Sinopsis Kill The Messenger :
Ketika Berita Seksi Bukan Segalanya

Sumber Gambar : Wikipedia.com

Sutradara            : Michael Cuesta
Produser             : Pamela Abdy
                            Naomi Despres
                            Jeremy Renner
                            Scott Stuber
Penulis Cerita     : Peter Landesman
Berdasarkan       : Buku "Kill the Messenger" karya Nick Schou
                           Tulisan "Dark Alliance" karya Gary Webb
Pemeran              : Jeremy Renner
                              Rosemarie DeWittp
                              Ray Liotta
                              Tim Blake Nelson
                              Barry Pepper
                              Oliver Platt
                              Michael Sheen
                              Michael K. Williams
                              Mary Elizabeth Winstead
                              Andy GarcĂ­a
Musik                 : Nathan Johnson
Sinematografi     : Sean Bobbitt
Editor                 : Brian A. Kates
Rumah Produksi  : Bluegrass Films The Combine
Distribusi             : Focus Features
Tanggal Rilis        : October 10, 2014
Durasi                 : 112 minutes
Asal Negara         : United States
Bahasa                : English
Bujet                  : USD 5 juta
Box office           : USD 2.5 juta

Narasumber dan sumber berita yang “seksi” biasanya berujung pada berita yang “seksi” juga. Kill The Messenger mengingatkan saya, penulis (baca : wartawan) lokal mampu memiliki karya yang mendunia jika mampu “memasak” berita dengan tepat. Jangan lupakan prinsip “cover many sides” jika tidak mau bernasib sama seperti Garry Webb dalam film Kill The Messenger.

Kill The Messenger merupakan film jurnalistik yang ringan untuk dinikmati. Terimakasih kepada Jeremy Renner yang telah memerankan sosok Gary Webb dalam gayanya sendiri. Saya semakin yakin Jeremy Renner sangat menikmati peran dimana dia tampil dalam sosok seorang ayah yang baik, apapun profesinya di dalam film. Ijinkan saya berbagi ulasan tentang film arahan Michael Cuesta yang diambil dari buku berjudul sama karya Nick Schou.

Peringatan dari saya, Kill The Messenger bukanlah film tipe box office karena nyatanya hanya mengumpulkan pendapatan 50% dari bujet produksi. Yakinkan diri kita benar-benar menyukai dunia jurnalistik ketika ingin menikmati Kill The Messenger. Atau minimal, yakinlah Anda penikmat Jeremy Renner seperti saya! :P

Gary Webb adalah wartawan handal kesayangan San Jose Mercury News di era 1990-an. Sebuah koran lokal di San Jose yang terletak di negara bagian kaya senyum dan matahari, California! Webb handal mengemas berita-berita investitasi. Liputan dengan sudut pandang nyentrik tentang negara yang menyita habis-habisan hak properti seorang bandar narkoba membawa Webb ke berita sejenis namun berada di area yang “seksi”.

Perkenalan dengan seorang wanita membawa Webb larut dalam kasus peredaran kokain yang ternyata disponsori oleh para petinggi di Amerika Serikat. CIA menjadi pemimpin operasi. Tujuan mereka satu, diam-diam membiayai pemberontak NIkaragua yang kontra terhadap AS.

Bekal utama Webb hanyalah satu. Berkas juri yang dia peroleh dari narasumber pertamanya. Webb segera melakukan investigasi setelah berhasil meyakinkan pemrednya. Maklum, si pemred ragu para pembacanya tertarik mengonsumsi berita konspirasi tingkat internasional. Tidak butuh waktu lama sampai akhirnya Webb menuliskan berita investigasi yang dia beri judul “Dark Alliance”. Perserikatan Gelap.

Awalnya, Webb mendapatkan pujian dan perhatian luar biasa atas karyanya. Media nasional dan internasional mengundang wartawan lokal ini untuk berbagi kajian tentang konspirasi pemerintah AS. Namun CIA membalas tudingan Webb dengan menumpang tempat di Koran  Los Angeles Times dan media besar lainnya. Awak media San Jose Mercury News tidak mampu melawan serangan dari media lain karena Gary Webb tidak berhasil mendapatkan narasumber dari CIA yang bersedia dikutip tanpa ucapan “off the record”. Satu-satunya sumber CIA yang secara aneh muncul di tempat suaka Gary Webb hanya bertindak ala Deep Throat di kasus Watergate. Terlalu lemah untuk menjadi berita lanjutan episode Dark Alliance.

Gary Webb kalah! Dia dituding membuat berita palsi karena lemah informasi dan bukti yang bersedia dipublikasikan. Berbagai narasumber menyangkal wawancara dengan Webb. Dewan redaksi di San Jose Mercury News kekurangan rasa percaya atas Webb dan memaksa Webb menerbitkan tulisan permohonan maaf atas kekeliruan pemberitaan.

Akhir cerita tentang Gary Webb menjadi sesuatu yang tragis. Dalam film Kill The Messenger, Webb mundur dari San Jose Mercury News. Dia digambarkan menerima piala sebagai wartawan tahun ini dengan tatapan sinis dari para kolega yang hadir dalam sebuah ajang penghargaan jurnalistik tahunan. Webb meninggalkan anak dan istrinya untuk menyendiri tanpa kita tahu apa yang dia lakukan selanjutnya.

Merujuk ke Wikipedia, Kill The Messenger merupakan film yang diambil dari kisah nyata tentang tokoh bernama sama : Gary Webb. Wartawan investigasi di harian San Jose Mercury News yang pernah memenangkan Penghargaan Pulitzer atas liputannya tentan Gempa Bumi Loma Prieta. 

Serial tulisannya yang berjudul Dark Alliance menjadi ajang pertarungan ala David dan Goliath. Webb dengan media lokalnya media media besar populer di kawasan California yang telah dibekingi CIA. Webb sendiri mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri karena tekanan yang terus menghantui pasca penerbitan Dark Alliance. 

Satu hal yang saya dapatkan dari kisah Gary Webb ini, sumber berita “seksi” dapat menjadi berita “seksi” jika dimasak dengan komposisi yang tepat. Cover many sides, not both sides only. Absennya satu pihak dalam pemberitaan membuat posisi penulis lemah sekali. Sebaliknya, pemberitaan dengan satu narasumber saja membuat media resmi menjadi congor satu pihak. Alih profesi sajalah jadi humas!


Keterangan :
“Seksi” dalam tulisan ini memiliki arti denotasi ketika berita atau tulisan mampu membuat pembacanya ketagihan menikmati isinya.


Sunday, December 27, 2015

Feliz Navidad, Fellas!


It was truly an amazing grace, i can standing up beside this Christmas Tree with my best partner, best friend, and husband ever. This December was really full of worry, hope, fight, and of course a million hectic thing about Christmas for Pos Jemaat Adisucipto.

Thank you God for every moments : another hospital visit, more pain in uterus, waist, and the legs. Ruben took a lot of absence from his work. At least, thank you for not letting me celebrate Christmas at the hospital. I don't know about tomorrow. I'll do my best and surrender the last part of our life to you. 

Happy Birthday Jesus! We love you so much!