Thursday, December 29, 2011

- 022 -

Jakarta - Bogor - Denpasar - Depok - Bandung - Sumedang - Jakarta - Yogyakarta - Palembang - Yogyakarta

O22 is still my favorite one...

Tuesday, November 1, 2011

The Chocolat of Johnny Depp? Sounds 'Yummy'!

..I'm Looking for The Chocolat of Johnny Depp..

It's 1 AM and I am totally exhausted! Actually I suppose to prepare the lollipop and bluebird things for tuesday lesson but just like what I said, I am exhausted..

So.. I laid down on my messy bed. Try to have some sleep. It was raining outside. Hmmm I love the smell of rain. What a wonderful friend for this midnite time. I gueess.. Buuuuutttt.... I am wrong! I still can't sleep.

I tried to close my eyes and guess what I see on my mind.. JOHNNY DEPP! Wuakakaka... How come! Then I browsing some info about him (and some cool pic for my wallpaper *big-grin*).



Okay, let's check it out! How deep Mr. Depp contaminate my life:
»Edward Scissorhands (1990)
»Benny and Joon (1993)
»Pirates of Caribean
»Secret Window
»Corpse Bride
»Charlie and The Chocolate Factory
»Public Enemy
»Finding Neverland
»Once Upon a Time in Mexico
»Sweeney Todd: The Demon Barber of Fleet Street
»Alice in Wonderland
»The Imaginarium of Doctor Parnassus
»The Tourist


The browsing time was end up with one big resolution : finding CHOCOLAT! Another great movie from John.. Okay okay, I'll find you!

Sunday, October 23, 2011

Special Needs Jilid Kedua?

Lupakan sejenak tentang polemik 'romusha', sekarang aku ingin berbicara tentang murid baruku. Dia murid unik! Beberapa jam bersama dia, aku sudah mengendus sepertinya dia akan jadi murid keduaku di kelas Nursery yang memiliki kebutuhan khusus.

Dia seorang anak laki-laki berusia tiga tahunan. Kedatangan dia dan sang mama langsung aku sendiri yang menyambut. Kebetulan petugas Front Office di sekolahku lagi ada urusan ke luar. Karena pasukan K1 tengah meal time dan aku lagi puasa, aku yang lagi numpang di FO mau tidak mau mengambil alih tugas promosi.

Mataku terus tertuju kepada anak itu selagi aku menjelaskan tentang sistem pengajaran di sekolah. Ada yang aneh dari anak itu. Entah apa.. Aku tidak terlalu terganggu dengan bau anak itu (walau ternyata baunya langsung membuat asistenku mual). Aku juga tidak terlalu mempermasalahkan pakaiannya yang kumal dan dekil (agak janggal juga sih melihatnya karena dia berasal dari keluarga chinese yang sudah menyekolahkan tiga anak di sekolah swasta ternama kemahalannya di Yogyakarta). Aku juga tidak terlalu terganggu melihat air liurnya yang terus menetes. Begitu juga ingus yang menempel lekat ke hidung sampai sebagian pipi dan mulutnya. Aku memang agak bertanya-tanya juga apa semua kotoran di badannya dibersihkan dengan rutin. Terlalu banyak kotoran di mata, mulut, hidung, kuku, dan beberapa tempat lain. Dia juga selalu menggigit kuku dan kerah bajunya. Baju yang dia kenakan jadi agak lumayan penuh air liur.

Temanku yang mengajar di kelas lain bertanya, apa dia memiliki kebutuhan khusus? Aku jawab, aku tidak tahu! Orangtuanya mengisyaratkan kalau anaknya normal. Dia hanya suka bergerak dengan tiba-tiba dan ekstrim. Contohnya mencengkramkan kukunya dengan kuat ke tangan orang lain, memukul, melempar, dan menggigit!

"Tapi tenang miss, dia cuma melakukan itu ketika dia sudah sangaat nyaman dan dekat dengan seseorang kok..", kata si mama.

Wataaawww! Weleh weleh... Kok baru bilang. Aku mengerti mengapa dia tiba-tiba suka memeluk aku dari belakang ketika sedang duduk lalu menggigit tangan atau bahuku. Atau tiba-tiba menibankan kuku-kukunya yang jauh dari kata simetris ke tanganku. Lumayan sakit juga sih. Yang bikin aku agak keheranan, dia melakukannya sambil tertawa namun matanya kosong.

Beberapa hari ini aku menggunakan pelukan untuk menghentikan aksinya dia. Sayang sekali dia belum bisa bicara dengan jelas. Usianya memang tiga tahun namun dia belum dapat mengucapkan kata dengan jelas dan lengkap. Dalam kondisi yang gelisah, biasanya dia akan merebahkan kepalanya di pundakku. Aku pun terkadang mengelus kepalanya agar dia lebih tenang. Dannn..... kepala anak itu memang janggal! Beberapa bagian permukaannya tidak rata. Agak berbukit-bukit di bagian atas. Jika diperhatikan, kepala dia mengecil di dagu namun semakin ke atas semakin membesar. Aku teringat dengan penderita hidrosepalus (hmm..gini ga cara nulisnya).

Baiklah! Kamu sudah datang ke sampingku. Ke tengah-tengah kami. Selamat datang sayang :) Apapun kondisimu, kita terus berjalan bersama ya. Kita teman!

Peluk hangat,
The Kingdom of Nursery

RE : The Journey of The Past, Present, and Future

Hey look! Can't you heard them?
Yesterday was talking about our story.
Wow so many chapter there!

Psssttt.... Listen!
Tommorrow is whispering about our mystery.

And, wait! That is Today. What a sweet time. Today said that he wanna give a present for our life.

Thank you, thank you, and thank you dear.
God bless you all.
I'll sent your greets to him.

¤October 20, 2011¤

Friday, October 14, 2011

Matahari Harus Belajar Disiplin!

"Terlalu banyak kasih, anak bisa jadi kurang ajar. Terlalu banyak kedisiplinan, anak bisa jadi pemberontak."

-someone-

Anak itu pintar. Kepandaiannya di atas rata-rata untuk usia 3 tahun. Untuk kepiawaian mengenali huruf, angka, dan berbahasa, dia patut diacungkan jempol. Tak heran jika banyak orang yang berdecak kagum. Terlebih lagi ketika mengetahui bahwa kepandaian itu didapatnya secara otodidak. Modal utamanya satu, sebuah I-pod entah keluaran tahun berapa. Kebetulan saya memang bukan pemerhati maha karya Steve Jobs.

Saya kagum? Ga banget! Gimana saya ga bilang 'gaaa banget!'. Anak pintar itu sepertinya tidak pernah sekalipun mendengar istilah etika. Apalagi yang namanya kedisiplinan. Dia adalah matahari. Sementara orang tuanya, opa, dan oma adalah planet-planet yang selalu mengitari matahari. Para planet itu tidak pernah sekalipun berani membangkang kepada matahari.

Duhai kalian para planet yang terhormat, sampai kapan kalian akan mempertahankan siklus seperti ini. Tugas kalian itu bukan merapihkan setiap kekacauan yang dibuat matahari. Matahari kalian harus belajar mendisiplinkan dirinya sendiri. Jika tidak, matahari akan mati karena terbakar panas egonya yang luar biasa itu. Hayolahh...

Ketika melihat anak itu, saya bisa memahami arti kalimat 'seorang anak bisa menjadi kurang ajar ketika terlalu banyak kasih'.

Pendapat ini sempat agak disanggah oleh Tulangku yang kebetulan berprofesi pendeta. Dia berkata, mengasihi itu tidak ada istilah terlalu banyak. Mengasihi itu harus 100%. Jadi aku agak perbaiki bahasaku deh.

'Kasih yang salah tempat, anak jadi kurang ajar!'

A Special Symphony from Special Student

This is the quote from Bu Rinjani, the headmaster of SLB Cahaya Mulia. She give this sentence to Jayden, the suddenly teacher music for the special needs student.
"This is not a place for experiment or the place for killing your time while you waiting for your next luck. You can life anytime you want.."
"It's not my life!"

Two days later Jayden came back to the school. He said these ones in front of the class:
"... I'm sorry kids for leaving you. Now I realize something. It's not "you need me" but "I need you all". You mean so many things to my life."

I like this movie! Ira Wibowo and Christian "Babyface" Bautista gave a 'sinetron' touch to the movie. But Ira Maya Sofa and the special needs student fixed them all. I think I will downloading their song as soon as posible.

♬Tak selamanya
Mendung itu kelabu
Nyatanya hari ini
Kulihat begitu ceria

Hutan dan rimba
Turut bernyanyi pula
Membuat hari ini berseri
Dunia penuh damai

Bintang berkelip
Dengan jenaka
Seakan tahu
Arti dan rasa

Oh kidung yang indah
Kau luputkan aku
Dari sebuah dosaku

Tak selamanya mendung itu kelabu
Nyatanya hari ini
Kudapat bernyanyi kepadanya♬

Sunday, September 18, 2011

Ketak Ketik Ga Penting

Apa artinya tulisan kalau kita menjadikan api sebagai eksekutor terakhir.
Apa artinya tulisan kalau kita menjadikan tombol "DEL" sebagai juru kunci terakhir.
Apa artinya tulisan kalau kita menjadikan gunting sebagai penikmat terakhir.

Wuahahaha... Gue juga bingung. Semuanya keliatan tak punya arti ketika kertas-kertas menjadi warna hitam lalu hanyut ke saluran pembuangan air. Tapi tetap saja gue ga kapok menulis, se-engak penting apapun topiknya.

Manusia bisa mati. Kertas bisa habis. Tinta bisa usang warnanya. Namun pemikiran akan tetap hidup. Mari terus menulis! Se-enggak penting apapun topiknya.

҉ketika gue sirik sama kebebasan tulisan ala Tamara Geraldine҉

7 bulan (lagi) ?

"Jadi kapan kira-kira tanggal terbaik menurut kalian?"

"Ah semua tanggal itu baik atau tidak, bukan kami yang nentuin tapi si gedung"

"Tapi kalian harus ada ancang-ancang"

"Desember?"

"Wah gedung pasti banyak dibooking untuk acara natalan"

"Januari?"

"Orang batak biasanya pada Bona Taon di bulan itu"

"Februari?"

"Hey, ingat itu setahunnya papa"

"Maret?"

"Awas masa pra paskah! Tidak etis berpesta waktu masa puasa"

"April?"

"Pra paskah kan 40 hari. Pasti kena juga bulan Aprilnya"

"Mei?"

"Saya cinta bulan Mei tapi ada yang benci bulan itu"

"Jadi kapan dong?"

"Lebih cepat lebih baik"

"Itu kapan?"

"Hahahaha... Itu semua tergantung gedung"


✽satu dari sekian jenis pertanyaan simpel yang jawabannya belibet & rawan korslet✽

Saturday, September 17, 2011

Selebrasi dan Ibu

Sebut aku kolot, rasanya tak mengapa. Ini jauh lebih baik. Aku tetap lebih suka membiarkan Pitbull atau Taio Cruz mendentum penuh di telingaku tanpa harus membaginya dengan orang lain.

"I throw my hands up in the air sometimes
Saying AYO!
Gotta let go!
I wanna celebrate and live my life
Saying AYO!
Baby, let's go!"

Selebrasi! Mari melakukannya. Hari ini ada sejuta alasan untuk sebuah selebrasi. Senyuman anak-anak terbuang... Angka 1 juta... Kebekuan yang mulai luntur dari hati anak-anak lebay itu... Hahahaha... Mauliate godang Debata!

Aku ingin men-dynamite-kan malam ini sampai pengang! Aku ingin melupakan mimpi buruk semalam yang sialannya kembali membuatku menangis di dalam tidur. Sekali lagi aku terheran dari mana dia punya alarm yang bisa mendeteksi kegelisahanku (sekalipun aku gelisah dalam mimpi) sehingga telepon di pagi hari itu menghentikan adegan cengeng dan aku bisa memulai rutinitas sabtu yang tak biasa ini.

Hahaha.. Aku bisa tertawa lagi bersamanya. Berbagi cerita tentang Panti Asuhan Sayap Ibu di Selokan Mataram Yogyakarta dan laporan ala katalog gambar bangunan setebal 150 halaman yang pasti akan langsung membuat aku menguap hoamm...

Malam sudah semakin kental. Aku masih gelisah tanpa upaya serius untuk bertanya. Ah, lebih baik tidak! Sudah.. Sudah.. Ganti lagu saja. Jangan membaca lagi. Lebih baik berdoa.

Aku ingin Tuhan menjaga ibu...
Semoga ibu baik-baik saja ketika kotanya tengah berulang tahun..
Jagai ibu ya Tuhan. Apapun tuhan ibu itu..

Monday, September 12, 2011

Macam-Macam Karakter Pengguna BlackBerry

1. MODEL :: Ganti picture tiap 5 menit

2. BURONAN :: Ganti nama tiap hari

3. ALAY :: Nama diprofil pake simbol-Simbol sampe susah dicarinya! (Contoh :: 71M@T -> Jimat)


4.REPORTER :: Hobinya broadcast message,yg ga pnting.

5. TERORIS :: Suka BM berita menyeramkan
(contoh : sebarkan pesan ini kalo tidak nanti km akan dapat musibah dan di cari SETAN ,ada TUYUL gondronglah,POCONG ngesotlah,dan blablabla ,lo kira BB gudang musibah sm setan BEGO )

6. SELEB :: Ganti status tiap 5 menit

7. Dis-ORIENTASI :: Suka bikin status tdk pd tempatnya. (Ga bisa bedain apa,.? Mana kolom nama, mana kolom status,? )

8. SOK EKSIS :: tiap dimana aja laporan biar dianggep gahooll ghettoo,emang kita pembina upacara ? Contoh ( otw bandung / in mall with my mom / monas:D hahaha gapenting gila 3-|

9. ABABIL :: slalu pasang picture dgn pose alay (contoh,gigi behel gayanya buka mulut melulu,ga takut apa dimasukin lalat mulutnya)

10. TUKANG PAMER :: tiap mau makan difoto dulu makanannya trus dipasang buat picture (jarang ditemui yang semur jengkol)

Bagi yg ngerasa Silakan Periksa diri...
‎ ‎ JGN TERSINGGUNG
Dikirimin org jg nihX_XX_XX_X
Hªª²=))HªHª=))Hªª²=))Hªª²=))HªHª=))

Macam-Macam Karakter Pengguna BlackBerry

1. MODEL :: Ganti picture tiap 5 menit

2. BURONAN :: Ganti nama tiap hari

3. ALAY :: Nama diprofil pake simbol-Simbol sampe susah dicarinya! (Contoh :: 71M@T -> Jimat)


4.REPORTER :: Hobinya broadcast message,yg ga pnting.

5. TERORIS :: Suka BM berita menyeramkan
(contoh : sebarkan pesan ini kalo tidak nanti km akan dapat musibah dan di cari SETAN ,ada TUYUL gondronglah,POCONG ngesotlah,dan blablabla ,lo kira BB gudang musibah sm setan BEGO )

6. SELEB :: Ganti status tiap 5 menit

7. Dis-ORIENTASI :: Suka bikin status tdk pd tempatnya. (Ga bisa bedain apa,.? Mana kolom nama, mana kolom status,? )

8. SOK EKSIS :: tiap dimana aja laporan biar dianggep gahooll ghettoo,emang kita pembina upacara ? Contoh ( otw bandung / in mall with my mom / monas:D hahaha gapenting gila 3-|

9. ABABIL :: slalu pasang picture dgn pose alay (contoh,gigi behel gayanya buka mulut melulu,ga takut apa dimasukin lalat mulutnya)

10. TUKANG PAMER :: tiap mau makan difoto dulu makanannya trus dipasang buat picture (jarang ditemui yang semur jengkol)

Bagi yg ngerasa Silakan Periksa diri...
‎ ‎ JGN TERSINGGUNG
Dikirimin org jg nihX_XX_XX_X
Hªª²=))HªHª=))Hªª²=))Hªª²=))HªHª=))

Sunday, September 11, 2011

Jangan Telat Kawin, itu kata mereka!

"Urusin rumah tangga dulu. Kesuksesan karir ga berguna loh kalo ga punya suami.. Kalo ga punya anak.. Nanti mbak-nya nyesel lho!"

Haiyah.. Maksud hati ingin belanja sayur eh malah dapet ceramah tentang nikah. Apa jangan-jangan tampang saya sudah terlalu tua untuk berjalan-jalan sendirian tanpa menggendong anak atau seorang laki-laki di samping saya? Hmmm.. Saya kan masih muda :p

Usia saya 27 tahun. Menurut saya, 27 merupakan usia yang muda. Energi saya masih oke walau memang tidak sepecicilan ketika awal 20. Tapi saya masih suka bergerak ke mana pun saya mau. Dengan atau pun tanpa pasangan, no problemo! Hidup itu sangat menarik untuk dijelajahi.

Tapi kuping ini agak panas juga deh lama-lama. Selalu aja ada yang bawel mengingatkan saya untuk kasih kesempatan "rumah tangga" menyalip "karir". Belanja sayur eh diomongin gitu. Lagi nguber pesawat eh supir taksi sempet-sempetnya ngomong begitu. Lagi "kongkow" di Burjo eh tetep aja. Jalan-jalan sendirian di pasar ya sama aja. Makin membumi, makin tajamlah himbauan untuk segera menikah.

Duhai bapak, ibu, saudara sebangsa setanah air... Malasnya berbicara tentang pernikahan sama kalian. Hehehe.. Ini urusan pribadi :) Saya yang tukang berceloteh langsung maleess bicara. Kalian mengingatkan saya sama sales kain kebaya di Pasarbaru Bandung yang membantu saya memilih bahan untuk baju pernikahan saya. Dia, dan kalian, sangat memaksa saya untuk mengambil keputusan. Padahal pernikahan kan butuh pertimbangan yang matang. Seperti kain, sia-sia banget asal milih jika ternyata malah bikin kulit kita gatel-gatel ato kepanasan. Ga nyaman bgt lho...

✽ evi yang lebih percaya kata Tuhan dibanding kata orang ✽

Ayah yang Hilang

Bokap gue dah ga ada vi.."

Plakk...! Plaaakkkk! Rasanya muka ini tertampar dua kali ketika membaca pesan mengejutkan lewat jasa pesan si telepon pintar ini. Tamparan pertama karena saya tidak tahu sahabat (sangat) baik saya di SMU kehilangan ayahnya sekitar seminggu lalu. Tamparan kedua, kabar ini membuat asumsi saya nyaris mendekati kata valid. Saya kembali mengalami peristiwa yang sama, orang yang sangat saya sayangi kehilangan ayahnya. Lagi! Tamparan yang kedua rasanya lebih membuat muka, hati, dan jiwa saya begitu panas.

Dia, dia, dia, dia, dia, dan sekarang dia. Mereka adalah orang-orang penting dalam hidup saya. Yang membuat hati saya perih, mereka menyayangi ayah mereka. Sekalipun mereka menyangkal perasaan itu, air mata yang mengalir ketika saya memeluk mereka menjawab semuanya. Mereka tidak pernah siap kehilangan seorang ayah, apapun kondisinya.

Jika boleh, saya ingin mengganti posisi mereka. Berulang kali saya mengucap nakal keinginan ini. Tapi Tuhan masih berkata tidak. Apapun kondisinya, saya masih harus mengerjakan PR yang satu itu. Seperih apapun itu.. Terimakasih Bapa karena Engkau selalu mengobati luka melalui orang-orang di sekitarku. You let people hurt me this much but You always give me the other people to heal my wound. I love You so much. Thank you for never forget my name..

I want to sing this song for You:

♥Kau Sangat Kucinta♥
Bersyukur selalu bagi kasihMu di dalam hidupku
Tak kan kuragu atas rencanamu tuk masa depanku
Sbagai Bapa yang baik, tak kan pernah kau melupakanku
Sbagai Bapa yang sangat baik, tak kan pernah kau meninggalkanku

Ku kan menari dan bersuka padaMu oh Yesusku
Dan ku kan minum airMu seperti rusa rindu selalu
Ku hidup di dalamMu dan hidupMu di dalamku
Oh Yesusku Kau sangat kucinta..

-lagu oleh Franky Sihombing-

Tuesday, September 6, 2011

Lapo Area on My Wed? No no no!!

Ini adalah percakapan yang out-of-my-mind banget. Gila! Gila! Dan gila! Obrolan ini terlontarkan pada acara Lebaran pas 30 Agustus 2011 lalu di rumah eyangnya Ruben di Warung Buncit. Lebaran pertama gw di Keluarga Sastrosoekotjo (semoga tulisannya bener). Sungguh gokil!

Om Pandu : Vi, aku punya ide bagaimana kalau nanti di acara resepsi kalian dibikin kaya semacam lapo dadakan. Siapin aja meja, kursi, minuman, dan gitar. Nanti acara di gereja ga usah lama-lama. Sebentar aja trus langsung ke tempat resepsi sampe malem juga ga apa-apa.

Gw : hah? Lapo om?

Om Pandu : iya. Kita bikin suasananya kaya di lapo. Semua orang bisa gonjreng-gonjreng sambil nyanyi sepuasnya. Kekeluargaan pasti langsung kerasa. Karena di lapo, semua orang yang ga saling kenal bisa langsung dekat. Untuk urusan pemandu dan tukang siapin lagu, serahin aja ke ahlinya. Percuma dong kita punya saudara artis (Cling-cling.. Pandangan mata diarahkan ke Nino yang emang tukang nyanyi itu :p)

Nino : weits apaan nih kok tiba-tiba nyebut nama gue?

Ruben : iya nih No, masa Om Pandu nyaranin ada lapo di acara kawinan gue. Ogah banget! Yang ada nanti orang-orang bukannya nyalamin gw tapi pada nangkring di lapo.

Nino : hahaha... Iya tuh oke juga idenya. Kalo lo takut kesaingan, saran gw mending lo taro aja laponya di samping kanan pelaminan. Di sebelah kirinya lo taro meja yang ada gelas-gelasnya. Jadi nanti rutenya ambil gelas dulu, salaman sama penganten sambil bawa gelas, trus langsung minta minum ke lapo deh. Hahahaha...

Gw : astaganaga.. Sekalian aja laponya ditaro diatas panggung. Yang bener ah masa pake lapo-lapoan sih?

Tante Inggrid (istrinya Om Pandu) : Tapi sepertinya memang bagus kok. Aku pernah dateng ke nikahan orang Aceh. Mereka sangat muslim sekali tapi tetep aja semacam harus membuat semacam mini bar di acara resepsinya. Nah kita bikin mini bar yang kerasa kedaerahannya ya lapo itu.

Gw : oh tidakkksssss... (Seakan pengen ngejerit gw benci lapo dan tuak-tuak sialan itu duhai om dan tante)

Ruben : Udah.. Udah ah... Nyok kita pulang. Dah siang nih.

Om Pandu : Vi, I'm serious. I think it is a good idea :)

Gw : hmmm... Okay okay we will think about it (dalam hati gw bilang "ohhh tidaksss!! Gw kan musuhan sm tuak)

Sunday, August 21, 2011

Lo, Gue, Inspiratif? Wreeekkkk....


Sekonyong-konyong kata ini yang terlintas di otak gw setelah istirahat 7 menit sehabis berperang kemerdekaan di Jl. Sabirin No. 1 6 Yogyakarta. Inspirasi! Ya.. Itu dia yang absen dalam kehidupan gw selama sebulan terakhir ini. Huahahaha masa yang kelam.. Kelam karena gw lebih sering menghabiskan waktu di kamar gw yang remang-remang. Hehehhe... Sebulan terakhir ini kinerja gw terjun bebas ke titik nadir (halah bahasanya!). Ada sesuatu yang hilang dari hidup gw. Daaannn... Gw ga tau apa itu ya. Sialnya lagi orang2 ga abisnya bertanya dan gw (dipaksa) harus menjawabnya. Terjadilah percakapan yang agak ngaco seperti berikut ini:
"Kamu kenapa sih epoy? Ga ada jiwanya gitu"
"Hah? Iya ya? Aku juga ga ngerti.."
"Kamu tuh kaya ga ada ruh-nya. Kosong. Makanya jangan keseringan baca koran! Baca tuh alkitab!"
"Heh??????....."

Gw tanya ke Ery Kurnia Putri, kira-kira dia tau ga ya ada apa sih sama gw. Hasilnya nihil! Padahal kita udah diskusi serius sampe jam 7 malem di sekolah, berlanjut malah ke Gereja Kotabaru. Obrolan berhari-hari tetep aja ga ketemu hasilnya. Yang ada malah gw nulerin kekosongan itu ke Ery.

Cape banget loh hidup kosong. Jalanin aktifitas hanya sebagai rutinitas biasa. Pekerjaan mengurus anak-anak kecil bisa jadi super duper capeee... Demam, batuk, dan asma jadi teman sejati.

Obrolan pun beralih ke Elisabeth 'Tri' Utami ;p Siapa tau dia punya jawabannya. Pembicaraan kami justru berujung kepada masalah panggilan hidup, Tjokroaminoto (bukan Ahmad Dahlan Sang Pencerah ya beth ;p), dan Tetralogi Pram. Kegalauan gw menular karena kami sama-sama bingung kok kami dipanggil jadi guru. Ini panggilan hidup kami? Kalo gw sih udah jelas enggak. Sudah sejak lama gw sadar kalo panggilan gw itu di dunia tulis-menulis. I feel alive when I am writing something useful. Saya menulis maka saya ada. Mungkin ini prinsip gw. Gw merasa berguna ketika saya menulis.

Lah trus kok jadi mengajar? Ya itu sih disuruh sama Babe gw yang di surga. Sejak resmi 'kabur' ke Jogja, gw justru diarahin ke dunia pendidikan. Itu dia yang jadi masalah. Gw kan cinta banget sama jurnalistik! Jumplang banget obrolan sehari-hari gw saat ini. Gw musti sabaaarr menghadapi para orang tua yang melontarkan pertanyaan ato pernyataan ga penting banget. Ini contohnya :
"Miss, emang boleh ya bagi-bagi makanan junk food pas anak lagi ulang tahun. Itu kan bahaya. Apa ga dikasih peraturan saja kalau semua anak yang ulang tahun makanannya dari Hoka-hoka Bento. Atau dari McDonald atau KFC. Kan lebih menarik tuh. Dari pada sekarang tuh anak saya jadi suka banget makan chiki dan agar-agar. Mana anak saya suka kepanasan tiap pulang sekolah karena mobil saya parkir di tempat yang panas."
Jiaahhh.. Enggak banget kan! Ery pun selalu pengen teriak, "Terus salah gw, salah temen-temen gw.."

Sampai-sampai gw berpikir, apa perlu ya gw ikut liputan sehari ajaaa... Atau berdiskusi panjang lebar sama temen-temen liputan atau jika memungkinkan sama nara sumber. Siapa tau gw merasa hidup kembali..

Jawaban atas pertanyaan gw muncul ketika gw baca Kortem edisi khusus Hari Kemerdekaan. Semuanya sih memotivasi (dan membuat saya semakin ingin liputan lagi). Tapi ada satu tulisan yang berbekas sekali pada gw. Semoga menjadi pencerahan.

"Sepenting apakah inspirasi? Konsep inspirasi itu abstrak padahal punya keindahan yang hebat. Inspirasi jadi kebutuhan yang asing karena tidak mudah teraba atau terlihat. Dalam bahasa Inggris, kata inspirasi punya banyak arti yang salah satunya berbunyi drawing of air into lungs. Inspirasi adalah nafas. Tanpa inspirasi berarti tanpa nafas. Bukankah tidak bernafas sama saja dengan mati?

Bagi sebagian orang, inspirasi adalah kesejukan. Seperti air dingin yang hadir mengalir, meredam ragu atau ketidakpastian.

Bagi yang lainnya, inspirasi bisa menggugah gairah. Ibarat sepercit api kecil yang dibutuhkan untuk menyulut bahan bakar diri yang berupa imajinasi, keinginan, cita-cita dan tindakan hingga semua hal itu meledak dengan sempurna. Agar gegaris kehidupan yang rawan kejenuhan dan ketidakberartian dapat dijalani dengan lebih mudah, dan menyenangkan!

Pada intinya, disadari atau tidak, hidup dan kehidupan selalu membutuhkan inspirasi.

Selamat mendapatkan pencerahan dari inspiring people. Selamat terinspirasi. Dan selamat menjadi terinspirasi."
(Indra Herlambang, Koran Tempo Edisi 18 Agustus 2011).

Wednesday, August 17, 2011

Pangeran Jose Emmanuel & Putri Felicia Angeline Wahyudi

Selamat datang! Maaf jika ucapan ini terlambat muncul kepada rombongan Pangeran Jose & Putri Felicia. Maklum aku, sang tuan rumah, beserta anggota kerajaan terdahulu panik setengah hidup ketika kalian datang. Padahal kami sudah mendapat informasi tentang kepindahan kalian ke negara bagian Nursery. Hehehehe...

Maaf! Maaf jika banyak kesan pertama yang kurang berkenan di jiwa kalian. Aku tahu kok. Aku bisa melihatnya ketika senyum Pangeran Jose tertarik ke muka bumi. Sampai-sampai yang muncul justru muka karet ketika aku berhasil memisahkanmu dari The Nanny. Alhasil, kau menjerit sejadi-jadinya sampai aku harus mambawa bekal makanan ikan untuk bisa meluruhkan hatimu.

Dan kamu, Putri Felicia, aku tahu kegembiraanmu nyaris luntur seperti pakaian Pangeran Owen Everald Santoso yang terkena Bayklin, senjata pamungkas sang mami ketika melawan noda bandel. Berulangkali kamu berpegangan erat kepada ibunda tercinta tepat setelah kakimu menyentuh tanah Sabirin. Bahkan kau enggan memakai seragam. Itu tandanya kamu sedang bad mood. Sedangkan sang mama justru berkomentar begini : "ah dia mah lagi lebay!". Hihihihi..

Aurillo Hosea Devano Haryanto.. :) Sudahlah. Aku malas membahas perseteruan awal kita gara-gara tragedi kursi yang kau obrak-abrik itu. Yang penting sekarang kita berteman yaa..

Kepada pujaan hatiku Efron Aleksandro Suranta Lebe... Tunggu ya. Sebentar lagi. Targetku sebelum kau meninggalkanku untuk berkeliling Indonesia lagi, kita harus bisa bercengkrama seperti biasa. Ya Efron sayang, aku juga kangen. Tak sabar rasanya mengenalkanmu dengan kata baru, nada baru, lagu baru, dan kebiasaan baru. Sekarang kau boleh marah tapi jangan galak-galak. Habis kulitku kamu cubit-cubit. Nanti akan kugunting kukumu sambil kita berbicara tentang Mr. Sun. Kalau bisa kita akan bercanda ria lagi bersama Aras Azzura Badaruzaman.

Last but not the least, selamat menggila di Nursery duhai Aurellia Bernice, Bryan Vernon, Stephany Fidelia, Travis Mawla Anugrah, Atha Mahya Siregar, Joycelin, dan ... Sengaja aku isi titik-titik karena masih ada lembaran unwritten on the book of Nursery 2011-2012.

Kita teman!

Luv you all
¤Ms. Evi¤

Sudah Waktunya Sekolah?

"Saya sudah duga, ini akibatnya setelah saya terlambat masukin A ke sekolah. Umur segini ga bisa apa-apa..."

Jika ada yang bertanya kapan sih waktu yang tepat untuk berhenti belajar, saya akan langsung dengan cepat menjawab : "Sampai nafas berakhir!". Nah bagaimana kalau sebaliknya?

Setiap orang punya jawaban beragam atas pertanyaan di atas. Pada awal tahun 1990-an mungkin jawabannya adalah TK nol kecil. Kelas tersebut menampung siswa-siswa termuda rakyat Indonesia. Masa kebebasan bermain anak mulai "terbelenggu" ketika dia berusia 4 tahun. Saat itu masyarakat seakan wajib memasukan anak ke taman kanak-kanak. Mereka yang tidak masuk TK kerap dianggap anak nakal, atau (yang agak naas tapi realistis) anak miskin. Maklum, biaya masuk sekolah bermain lumayan tinggi.

Tahun demi tahun berganti. Entah apa yang mengawali, sekedar gaya hidup atau memang tuntutan jaman, muncullah istilah kelompok bermain. Bahasa kerennya "playgroup". Dulu saya menganggap play group itu nama lain tempat penitipan anak. Tempat para orang tua pekerja menitipkan anaknya biar tidak menjadi liar. Liar dalam arti jadi "anak kampung" atau "anak pembantu".

Hehehe... Dua istilah ini lumayan sering terlontar di lingkungan sekitar saya. Anak kampung adalah sebutan bagi anak yang gemar bermain di luar rumah. Mereka cenderung kurang bisa berperilaku sopan karena alamlah yang menjadi guru mereka. Siapa kuat, dia hebat. Siapa lemah, dia lewattt... Sedangkan "anak pembantu" sering digunakan bagi anak yang menghabiskan hampir seluruh waktunya dengan pengasuh. Alhasil si anak lebih menyerupai pengasuh ketimbang orang tua sendiri.

Terbiasa berada di daerah (sok) metropolis, saya menganggap pendidikan anak usia dini sebagai omong kosong. Pendidikan macam itu hanya seperti suap agar anak tidak "ngambek" karena orangtuanya lebih sering mencari duit dibandingkan bermain bersama buah hati. Untuk apa sih anak dimasukin ke sekolah di usia yang masih muda banget? Apa itu bukan upaya pembunuhan masa bermain anak?

Sampai akhirnya saya benar-benar berkenalan dengan pendidikan anak usia dini. Kita sebut saja PAUD, biar enak. Sampai akhirnya saya diperkenalkan dengab istilah golden age. Nantilah saya nulis khusus tentang usia keemasan itu. Intinya, golden age merupakan saat dimana anak menyerap segala sesuatu seperti spons. Dan katanya (iya katanya, blum nemu referensi pasti sih :p ), apapun yang dia serap-lihat-alami akan tertanam kuat sampai sang anak dewasa.

Ini bukan tulisan promosi sekolah tetapi upaya ajakan untuk mengajak anak belajar sedini mungkin. Bukan juga upaya mencekoki anak dari usia dini yaaa... Semua ada batasannya. Tidak semua anak mampu memiliki multiple intelegensi yang sempurna. Pasti ada yang menonjol dan ada yang kurang. Tinggal peka aja menganalisis keadaan anak tercinta.

Ingat, kesempurnaan cuman milik Sang Pencipta. Serem juga lagi punya anak yang sempurna.. Saya mau memakai ucapan seorang ibu bersahaja yang baru saja mendaftarkan anaknya di kelas saya.

"Saya berharap anak saya tidak berada di atas rata-rata anak normal. Untuk anak saya dibilang jenius tapi dikucilkan. Saya yang lebih menderita. Tolong berikan pendidikan yang pas ya. Tidak kurang. Tidak lebih. Saya yakin, sekolah lebih tahu caranya. Saya, bapaknya, neneknya, dan oranglain terkadang cuma sok tau aja.."

Perbedaan ini Membunuhku? Ah tidak!

Hehehe... Judul yang provokatif. Tapi setidaknya "perbedaan" itu membunuh konsentrasi dan ketenangan jiwa saya selama Juli yang baru berlalu itu. Entah kenapa bulan itu jadi bulan yang berat...

Sampai akhirnya saya membaca note singkat seorang senior, Rieska Wulandari. Sinca the first time I met her at ospek kampusnya Jurnalistik tahun 2003, I really really really admire that lady. She is great!

She wrote this at her wedding vow ceremony photo album :
"This is the wedding that God has put Him self as the main organizer. In the beginning we think that married in Italy just impossible, but God helped us so we able to finish all the documents process on time, we managed to make all the family from Indonesia, England and France meet in the same time, and we could found an Italian priest who speaking english, a little church just behind our home for our wedding,... So, by the time of His Grace all the impossible things become possible. Maybe He likes the idea about marrying us. Thank God!"

Langsung deh saya memarahi diri sendiri. Saya, yang dengan penuh kesadaran mencari perbedaan, rasanya mulai jengah dengan semuanya. Saya mulai memaki banyak hal. Mulai dari kebiasaan keluarga, tradisi, tanggung jawab saya saat ini, masa lalu, dan kesendirian ini. Cape dan kemudian muncul rasa muak ketika mendengar pertanyaan atau hanya sharing tentang pernikahan. Hehehe... Ery Kurnia Putri pasti mengerti maksudku ;p.

Kesendirian dan jarak yang jauh. Awalnya saya menuding dua hal tersebut sebagai biang kerok. Rasanya lelah berdoa, berusaha, dan berharap tanpa ada dia di sampingku. Tetapi ternyata jarak pun tidak bisa menutup kegelisahan saya. Banyak waktu terbuang karena "have fun" berada di atas segalanya. Padahal saya ingin sekali mengenggam tangannya dan berkata "aku takut". Berharap ada pelukan, atau kalau bisa ciuman hangat di keningku, yang selalu jadi kekuatan bagiku memperjuangkan segala.

Amarah.. Justru itu yang sering muncul. Bukannya gengaman tangan sambil kedua kepala tertunduk, mata terpejam, harapan yang kami panjatkan kepada Dia pada setiap Senin. Amarah karena aku bingung harus bergerak kemana. Sampai saat ini semua gerakan yang terjadi kebanyakan seperti permainan penghilang kepenatan bekerja.

Sampai akhirnya aku benar-benar sendiri di liburan awal puasa ini. Empat hari menyepi di kost membuatku banyak merenung dan membaca. Salah satunya Majalah Femina edisi pernikahan dari Elizabeth Bernadine Knehans. Perbedaan itu indah! Semoga Tuhan memberkati kami, sekarang dan selamanya. Amin :) Love You

Indahnya Berbeda di Pelaminan

Cinta memang tidak mengenal batas geografi dan ras. Ketika hati berbicara, perbedaab suku, filosofi, dan cara hidup, semuanya hanyalah persoalan kompromi. Justru di tengah kemajemukan itu, mereka bisa mengawinkan budaya, tanpa harus kehilangan identitasnya. Cinta mengalahkan segalanya, itu benar!
(Femina Juni 2011)

Saturday, June 25, 2011

:)

Okay, here we go.. Semoga air danau toba bisa bersihin otak yang hampir karatan. Xixixi...

Monday, June 20, 2011

Cerita tentang Anak Jogja



[tulisan tanggal May 23, 2011]
Hal kesukaan seorang anak akan berpengaruh besar terhadap cara berpikirnya. Begitulah satu kesimpulan baru yang aku dapatkan dari pengamatan selama Januari sampai Mei 2011. Pengamatan ini aku lakukan terhadap beberapa makhluk mungil di suatu tempat di Yogyakarta. Cekidot…
Anak Tipe A
( Penggila Otomotif)
Me:
Okay student, today we will learn about beginning sound.
B is the beginning sound of “bag”.
Now, I have the picture of house. This is the word of “house”
So what is the beginning sound of “house”?
Student :
“h”.. Honda.
Me:
The beginning sound of “sun”?
Student :
“s”… Suzuki
Me :
The beginning sound of “doctor”?
Student :
“d”… Daihatsu
Me:
Hmmm it’s okelah… Yang penting dia ngerti. Hehehe…
Anak Tipe B
(Penggemar lagu “Back to School”)
Ketika ditanya lagu apa yang akan dinyanyikan ketika akan berbaris, anak tipe B langsung bernyanyi :
“Back to School... Back to school… back to school!”
Ketika dikenalkan kata baru, bed, yang artinya tempat tidur, anak tipe B langsung bernyanyi :
“Bed to school… Bed to school… Bad to school!”
Ketika aku bercerita tentang my new bike, anak tipe B langsung bernyanyi:
“Bike to school… bike to school… bike to school”
Ketika belajar tentang bag, CVC word vowel “a”, anak tipe B langsung bernyanyi:
“Bag to school… bag to school… bag to school!”
Ketika guru menjelaskan tentang perbuatan bad, anak tipe B langsung bernyanyi:
“bad to school… bad to school… bad to shool!”
Anak Tipe C
(Seorang drama queen yang suka banget sama Role Play)
Kebetulan si anak tipe C ini musuhan banget sama Matematika dan Bahasa Indonesia. Dia punya strategi setiap mau mulai dua pelajaran itu.
Me : Good morning student!
Student : Good morning Ms Evi
Me : How are you today?
Student: Wonderful, great, yes, yes, yes…. Yes!
Me : Are you happy today?
Student: (dengan nada antusias dan pronouciation yang nyaris sempurna) yes, I am happy!!
Me : Ok, now we will learn about skipping number by 2’s
Student: Aduh Ms.. Sebentar, sebentar… Kok kepala aku tiba-tiba pusing miss. Kayanya aku sakit deh miss.
Me : Hmmm are you really sick?
Student: Iya e miss. Ini kepalaku goyang-goyang gini.
Me : Ow ow… someone’s sick. Let us bring her to the hospital beside the school. Come on, call the doctor!
Student: Ga perlu miss. Ga usah. Ini kayanya aku Cuma perlu duduk-duduk aja. Tp ga usah liat numbers ya ms. Aku main computer aja pasti sembuh.
Me : ok… ok... You can finish your math worksheet with the computer. Ms. Evi already prepare the soft copy. Xixixixixi….
Student: (manyun dengan bibir keriting)
Anak Tipe D
(pecinta lagu Jingle Bell)
Kebetulan, anak tipe D ini seorang anak autis dengan spesifikasi hyperactive. Dia suka sekali bermain tali. Setidaknya memegang sesuatu yang ada talinya. Tidak peduli dekil atau bersih, smell good atau smell bad, anak tipe D senang sekali memelintir tali sepatu. Terutama kalau dia lagi malas ikut kegiatan di sekolah.
Me : No! Ms. Evi said no! No shoe at greeting time.
Student: (melepaskan sepatu yang dia pegang)
Greeting time berlanjut tetapi ketika aku lengah si anak tipe D mencari target baru di rak sepatu yang lain. Sepatu tali yang baru ketemu dan langsung deh dipelintir-pelintir lagi. Aku langsung ambil tali prakarya.
Me : ok you can play with rope. But only with this rope
Student: (tersenyum dan melepaskan sepatu yang dia pegang)
Anak tipe D mengikat-ikat tali ke berbagai tempat yang dia suka. Ketawa-ketawa sampai bosan lalu diam-diam mengincar sepatu tali yang lain. Ketika tahu dilihatin sama aku, dia pun kabur dam terjadilah adegan kejar-kejaran ala penjahat dan polisi di film India. Begitu ketangkep, aku langsung menginterogasi dia di dalam pelukanku.
Me : Hey hey.. what happened with you? Kok hari ini kamu nakal sekali? Kamu makan permen gula ya? Kenapa kamu jadi ga bisa diem lagi?
Student: wui wui wui… wui wui wui.. wui wui wui wui wui… (ceritanya bersenandung lagu Jingle Bells)
Me : Hey.. listen to me. Ayo kita cerita-cerita lagi ya. Kamu kenapa? Kamu lagi marah ya?
Student: (diem)
Me : Kok ga mau cerita? Kamu lagi sedih ya?
Student: (buang muka)
Me : Ya udah kalo ga mau cerita. Let’s get inside the class.
Student: (menahan badannya biar aku ga bisa berdiri)
Me : Ga mau masuk? Ya udah kita cerita-cerita di sini ya. Km lagi kesel sama siapa?
Student: (diem)
Me : Ah udah ah, Ms. Evi mau cerita-cerita sama temen yang lain.
(berbicara ke anak lain) Hai hai.. you look so beautiful with your bandana. Do you…
Student: wui wui wui… wui wui wui.. wui wui wui wui wui… (ceritanya bersenandung lagu Jingle Bells)
Me : Do you have the Barbie bandana too?
Student: wui wui wui… wui wui wui.. wui wui wui wui wui… (ceritanya bersenandung lagu Jingle Bells biar suara temennya ga kedengeran dan dia jadi males ngomong)
Me : Dasar usil….!
Anak Tipe E
(pecinta kultur local alias jawaaaa buanget!)
Lahir di Jogja, besar di Jogja, dan berinteraksi di lingkungan Jogja membuat anak tipe E terkesan sebagai anak Jawa sejati. Berikut ini cuplikan suasana belajar E di sekolah.
  1. Cek Absen
Me : Good morning student!
All : Good mornig Ms. Evi.
Me : How are you today?
All : Wonderful, great, great, great, yes!
Me : Ok now I will check your attendance. If I call your name, you can say “yes miss” or “present miss”. For example if I call “E***”, you can answer with “yes miss”. C’mon repeat after me, “yes miss”.
All : Yes missss
Me : Good job! Oke miss evi will start from E****. (Sambil siap-siap dengan bolpen dan buku absen anak) E**** Mawar Melati?
E : Ndalem miss.
Me : Gubrakksss ! Haduuuhhh kok jawabnya gitu sih?
E : Lho kata Mbah Utie kalo dipanggil, aku kan harus jawabnya “Ndalem…”
Me : Arghhhhhh….. (Rasanya seperti ingin membenturkan kepala ke tembok)
  1. Sesi Knowledge Presentation tentang Kendaraan
Me : Good morning student! ^_^
All : Good morning Ms. Evi.
Me : Look, today Ms. Evi brings three pictures. They are the picture of vehicle. Do you know what picture are they?
E : Aku tahu Miss. Itu kan mobil, pesawat terbang, sama sepeda.
Me : Good job! But, do you the English word of these picture?
E : (Geleng-geleng kepala)
Me : This is car.
E : Oh ini car toh namanya.
Me : And this is aeroplane.
E : Ohh eroplen..
Me : And the last one is bicycle.
E : Wuakakakakkakak…..
Me : Kok ketawa?
E : Wuakakakak ternyata orang bule pinter ya miss. Mereka tahu kalo sepeda itu dijalanin pake sikil (dalam Bahasa Jawa, sikil artinya kaki). Makanya sepeda itu Bahasa Inggrisnya Baysikil.
Me : Grrrrrrrrrr…….

Monday, May 23, 2011

kondisi yang paling menyakitkan bagi perempuan?

One day, my friend asked me this question :

"Vi, menurutmu apa kondisi yang paling menyakitkan bagi perempuan?"


akhirnya terjadi dialog seperti ini yang membuat saya malah sering kepikiran setiap isi pembicaraan kami. Kira-kira beginilah jadinya..


saya :

Hmmm.. (paling) diperkosa, trus hamil, si cowo ga mau bertanggung jawab, dan ternyata pas lahiran eh ternyata anaknya mirip sama yg merkosa ibunya.


teman saya:

Nah si A itu sudah merasakan hal itu. Dan, itu cuma dari sebagian kisah hidupnya. Dia bukan lahirnya pasangan orang tua yang normal dan ternyata dia malah merasakan hal yang lebih buruk dari sekedar keadaan orang tua amburadul. Setelah diperkosa, dia malah "di-romusha" lagi. Kamu bisa bayangkan kan bagaimana rasanya seorang perempuan yang mengalami hal seperti itu.



Lihat dia sekarang? Dia tetap bangkit dan jadi penyemangat hidup banyak orang. Sekarang dia tengah dalam fase menuai setiap kesabaran dan pengampunan kepada setiap orang yang telah menghancurkan hidup dia. Mengampuni dan bersyukur akan hidup. Itu kuncinya.



Masalah aku, kamu, si C, Si D, dan siapapun yang merasa dirinya sial dalam hal menata kehidupan berelasi itu ga ada apa-apanya. Tetaplah lakukan dua hal itu. Mengampuni dan bersyukur. Itulah kasih!

Monday, April 4, 2011

....Cerita dari Jogja...


Parents vs Teacher

Profesi yang digeluti parents itu cenderung berpengaruh dengan gaya bicaranya. Percakapan antara parent dan teacher pun biasanya ga jauh-jauh sama kerjaan sehari-hari sang parents. Begini misalnya:

Parent yang tukang jualan mobil (dan maniak mobil)

P: Miss, miss... sibuk ga?

T: Ga juga, kenapa papa?

P: Ini mau nanya sesuatu

T: *menyiapkan diri bakal menjelaskan progres anak sang papa secara detaillllll banget karena emang si anak rada-rada brutal di sekolah*... Ya gimana papi ada yang bisa saya bantu?

P: Miss kenal ga sama parents yang bawa mobil putih yang itu tuh? *sambil nunjuk mobil yang parkir agak masuk ke pager rumah tetangga bawelnya Sekolah Jogja*

T: Oh itu setahu saya mobil Pak B yang lagi mau trial di sini, papa. Semoga anaknya tertarik. Kalau dia masuk, berarti bakal sekelas sama N, anak kesayangan papa itu.

P: Yes! Miss boleh titip pesen ga sama parents?

T: Oh boleh papa. Nanti saya sampaikan ke mereka. Mo titip pesan apa, papa?

P: Hehehe... kalo mereka berniat jual mobilnya langsung kasih tau saya ya. Mobile apik tenan e, miss! Antik tapi mulus. Dijamin harga oke punya deh. Ga pake repot langsung terima duit. Saya udah pengalaman.. bla... bla... bla... bla...

T: gubrak! *langsung teriak: “It’s greeting time!” biar ada alesan kabur dari si papa”

Parent yang tukang senam (dan memang maniak senam)

P: Miss, miss... ada waktu luang ga setelah ngajar?

T: Hmm.. kenapa memangnya papi?

P: Senam atuh miss. Biar...

T: Biar gimana hayoo papi?

P: Biar badan ga kaya gentong. Xixixixixiixi....

T: *bibir manyun tiga senti dan langsung masuk kelas pura-pura banyak kerjaan*

Parent yang tukang ngerawat orang atit (upss... no baby talk, please :P )

P: Miss, miss... ?

T: Ya mama, knapa.. knapa?

P: Kemarin ga masuk katanya sakit ya?

T: Hooh hooh... *sambil sibuk melahap sisa snack sarapan pagi*

P: Miss sakit apa?

T: Iya nih ma, kemarin mencret. Sampe cape sendiri bolak-balik ke kamar mandi terus seharian

P: Berapa kali BAB-nya? Satu jam bisa sampe berapa kali? BAB-nya encer? Sempet dilihat ga? Sempet liat ada sisa makanan ga di kotorannya? Warnanya apa? Ada lendirnya? Ada darah? Kental atau encer?

T: *menahan eneg dalam hati lalu pura-pura mau pee trus muntahin makanan gara-gara kebayang poo hasil mencret-mencret semalem*... hueeekkk...

Parent yang tukang kos-kosan

P: Ya ampun ini ternyata miss A toh! Saya pikir ada guru baru. Kaget saya kok tadi pas greeting ada yang pake kerudung. Kirain ada orang baru?

T: Hehehe... iya nih mama. Sekarang kan ada pelajaran Religion jadi saya musti pake kerudung.

P: Loh terus kok sekarang dilepas kerudungnya? Hayoo pasti gara-gara sekolah dah bubar ya?

T: Xixixixi... :P

P: Duh kaya anak-anak yang nge-kost di tempat saya saja. Pas pergi sekolah atau kuliah pake kerudung tapi kalo pas jalan-jalan kerudung dilepas. Apalagi kalo mau pacaran. Yu dada babay deh sama kerudung.

T: Woww.. mama punya kos-kosan toh?

P: Oh iya miss. Setahun Rp segini, bisa dicicil tiga kali, uang listrik murah, strategis, fasilitas lengkap, bisa pesen catering dari saya juga. Dijamin oke punya tapi murah. Coba bisa dibandingin sama kosan lain di samping tempat saya. Jauh banget deh. Miss di sini nge-kost ga? Berniat pindah kosan ga? Punya sodara atau kenalan yang butuh kosan ga? Kasih tahu nama saya yaaa yaaa... J

T: *pura-pura berlagak nyertika kerudung biar kaga kusut trus dilipet kecil-kecil trus disetrika lagi trus dilipet kecil-kecil lagi trus trusan aja kaya gitu ampe si mama cape ngomong. Hehehe...*

Sunday, March 13, 2011

The Mourning Morning

It's sunday morning and rain is failing. Raining just like my mind. I dont know the exactly time to make this mourning end.

No, i dont want to say : "Only God can judge me". The truth is, i am too afraid to see Him or just entering His House. I just can forgive my self until the day i die.

I'm sorry God...
I'm sorry Nakula and Sadewa...
I'm sorry i didn't help you from those f***ing hands
I'm sorry God!

Thursday, February 10, 2011

Ketika Bu Guru yang Mantan Wartawan Bikin SIM

Suatu hari di Polres Depok Jl Margonda...

Petugas 1 : "Panggilan kepada Ibu Eviana Ulitaria Mayro Panjaitan diharap ke meja informasi"
Saya : [clingak-clinguk sambil berdiri dari tempat duduk saya]
Petugas 2 : "Oiya maaf ibu saya ga lihat ibu duduk di sana ternyata. Mari bu ke kantor saya"
Saya : "Oke pak" [kebingungan napa tiba-tiba petugas-petugas ini sangat sopan sekali]

Di dalam kantor loket pembayaran ban dan asuransi untuk pembuatan SIM...
Petugas 2 : "Maaf bu saya baru baca berkas-berkas ibu. Ibu itu ternyata wartawan ya?"
Saya : "Kalau memang iya memang kenapa pak?" [dengan gaya sok bego]
Petugas 2 : "Haduh saya ga berani bantu ibu atuh. Saya ga berani. Kenapa ga bilang dari tadi sih bu. Ibu lewat jalur normal juga ga apa-apa. Ini uangnya saya balikin gak apa-apa kok. Nanti juga dibantuin kok sama petugas yang lain."
Saya : [tertawa sekenceng-kencengnya dalam hati] Ah udah pak dilanjutin aja prosesnya. Saya udah males-semalesnya berurusan sama yang namanya polisi. Apalagi kalo buat sekedar urus SIM. Eh iya ngomong-ngomong, sebenernya saya udah berhenti jadi wartawan. Xixixixi... udah ya pak. Saya cuma punya waktu dua jam buat bikin SIM sebelum ngurus keperluan saya buat balik ke Jogja. Oke pak! [sambil melangkah kabur dari ruangan penuh dosa itu. Wakakakakaka]

Itulah satu peristiwa yang bener-bener bikin saya geli ketika membuat SIM di Polres Depok pada Jumat (4/2) lalu. Kebetulan saya tengah pulang kampung ke Depok jadilah [terpaksa] menyempatkan diri sowan ke Bagian Pembuatan SIM C Kantor Polisinya Depok Jawa Barat. Saya memang bukan tipe-tipe pengemudi motor yang baik. Dari sejak awal punya motor sekitar tahun 2008 kemarin, saya baru buat SIM ya awal Februari kemarin itu. Sebelumnya saya hanya mengandalkan kartu pers buat bebas tilang polisi-polisi kurang setoran. Yah lumayan ampuh sih soale saya cuman kena tilang satu kali pas pulang pagi-pagi buta. STNK ditahan karena saya males bilang kalau saya wartawan. Kira-kira STNK ditahan di Polres Bandung Utara [iya itu bukan ya namanya... pokoknya nyang di samping Paris Van Java.. alias kantor polisi tempat penitipan motor... xixixixi...]. Sejak peristiwa itu otomatis saya tidak membawaw surat apapun selama bepergian dengan Si Beju, Fit X Merahnya saya.

Bandel? Ya emang! Namanya juga Epoy. Hehehe... Kan saya udah bilang kalo saya bukan pengemudi motor yang baik. Selama ini saya memang memanfaatkan keuntungan punya kartu pers. Kalau dibilang memanfaatkan status sebagai wartawan? Itu nggak banget lho ya. Justru saya paling males mengakui diri sebagai wartawan. Orang-orang biasanya baru ngeh saya itu wartawan ketika mengobrol dengan saya selama 15 menit-an. Saya jadi inget kejadian waktu ngintilin Hidayat Nurwahid di sebuat acara peresmian penerbitan di kawasan Cikutra Bandung. Selama beberapa fase acara saya sukses menyamarkan diri di antara anak-anak sekolah yang ikut touring sama Hidayat. Ngobrol ini itu akhirnya saya tidak bisa menahan diri untuk tanya beberapa pertanyaan krusial. Dia pun menghentikan langkah lalu membalikkan badannya ke arah saya lalu dengan raut muka abstrak bertanya kepada saya : "Lho kamu dari sekolah mana, dik?" Gubraks!

Sekarang suasana kerjaan saya berubah 100%. Dari yang tadinya banjir fasilitas dari berbagai pihak dan penghormatan [dalam bentuk apapun] jadi sebaliknya. Sekarang saya bekerja sebagai guru di Palm Kids Yogyakarta. Sikap jadi dipaksa berubah. Namun semua perubahan yang lebih banyak bersifat positif hanya berujung frase pujian "pahlawan tanpa jasa". Hahahahaha.... sapa suruh coba datang ke JogjAKARTA, epoy?]

Nah buat siapapun yang berniat membuat SIM C di kawasan Depok Jawa Barat ini ada sedikit informasi mengenai harga... Cekidot...
Jalur normal :
- Test Kesehatan --> Rp20.000,00
- Pembayaran Bank --> Rp75.000,00
- Asuransi --> Rp30.000,00
Berlanjut ke Loket Pendaftaran -- Ujian Teori -- Ujian Praktek -- foto -- pencetakan SIM.

Jalur tidak normal :
Pasang tampang bego -- clingak-clinguk kanan dan kiri -- duduk dengan gaya bebas -- rajin-rajin membalas sapaan orang -- siapin duit Rp300.000-Rp350.000 -- ujian teori formalitas -- foto -- tinggal tunggu namanya dipanggil petugas.

****


Monday, January 31, 2011

NgomonginRasisBikinMumet

Tiba-tiba saya teringat salah satu adegan dalam film Ugly Betty yang rutin tayang di Star Movies. Ceritanya kalau tidak salah seperti ini. Betty terobsesi mendapat beasiswa magang menjadi redaktur di sebuah perusahaan pencetak tenaga handal di industri media massa fashion. Suatu hari perusahaan itu membuka lamaran bagi sekitar 10 orang perwakilan dari berbagai jenis media untuk digembleng selama satu tahun. Semuanya gratis. Yang paling penting itu isi otak brilian dan mental baja. Perjuangan selama setahun itu biasa berhasil menjadikan seseorang yang nothing menjadi something.

Betty pun tergiur. Dari dulu dia memang pengen banget bisa jadi penulis yang berkualitas. Ya tapi mungkin kali ini dia akan memulainya dari dunia fashion. Dengan segala idealisme yang relatif terkesan seculun busananya, Betty nekat ikutan mendaftar. Dia berencana membuat majalah yang mengajarkan wanita menjadi diri sendiri. Ikon yang jadi pengisi cover majalah yang dikasih nama B Magazine itu kalau tidak salah Hillary Clinton.

Pada hari H presentasi Betty mendapati kenyataan kalau ternyata rekan sekantornya juga menjadi peserta. Gawat! Masalahnya peserta magang tidak boleh berasal dari media yang sama. Betty makin pengen terjun ke ujung bumi ketika tahu bahwa Marc, rekan sekaligus kompetitornya, mengajukan proposal majalah fashion yang okeeeeee banget. Isi majalahnya Marc bener-bener mengusung filosofi dalam berbusana. Jauh dari kesan majalah katalog.

Betty desperate. Sampe suatu hari dia mendapat telepon yang mengatakan bahwa dia adalah salah satu pemenang. Proposal majalah Betty disetujuin dan dia berhak mendapatkan program pelatihan selama setahun. Betty girang bukan main!

Sayangnya kegirangan Betty tidak berlangsung lama. Tidak lama kemudian dia mendapati kenyataan sebenarnya Marc yang menang. Namun para dewan juri memilih Betty karena alasan yang tidak logis. Apa coba? Gara-gara Betty berdarah hispanik. Betty bisa dijadikan representasi ras latin supaya dapet dukungan dari orang-orang latino di Amerika. Arghhhhhhhh!!!!!!!!

Nazong rasanya. Lebih nazong lagi kalo saya melanjutkan tulisan yang pasti akan semakin rasis ini. Bikin tambah ga enak hati.

ARGHHHHHHHHH!!!!!!!!


-evi yang lagi benci dikotomi antara ras A dan ras non A-